Brigif 4 Marinir/BS di Pesawaran, Lampung, menggelar pelatihan Tim Rescue Ransus pemadam kebakaran bersama Damkar Pesawaran guna menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah kesiapsiagaan satuan menyiapkan personel dan sarana pendukung agar mampu merespons cepat, tepat, dan terkoordinasi saat terjadi kebakaran.
PESAWARAN — Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo menyatakan pelatihan tersebut digelar bersama Dinas Pemadam Kebakaran Pesawaran. Kegiatan ini menyasar kesiapan personel dan kendaraan operasional dalam merespons kebakaran, baik di lingkungan markas maupun wilayah sekitar yang membutuhkan bantuan.
"Kami bersama Damkar Pesawaran melaksanakan pelatihan Tim Rescue Ransus pemadam kebakaran guna menghadapi potensi karhutla," kata Kanang Budi Raharjo, dikonfirmasi dari Bandarlampung.
Dalam pelatihan itu, Tim Rescue dibekali kemampuan dasar pengoperasian Ransus Damkar, prosedur penanganan kebakaran, serta koordinasi dalam pelaksanaan pemadaman dan evakuasi. Latihan dilaksanakan secara bertahap agar setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Menurut Kanang, tahapan ini penting untuk memastikan personel mampu mengoperasikan kendaraan dan perlengkapan secara optimal. Kemampuan itu harus terus diasah melalui latihan berkala supaya setiap unsur bisa bertindak profesional saat kondisi darurat.
"Dalam pelaksanaan pelatihan, Tim Rescue dibekali kemampuan dasar pengoperasian Ransus Damkar, prosedur penanganan kebakaran, serta koordinasi dalam pelaksanaan pemadaman dan evakuasi," ujarnya.
Kanang menyampaikan terima kasih kepada Pangkormar atas dukungan kendaraan Ransus Damkar untuk Brigif 4 Marinir/BS. Kendaraan itu akan disiagakan di markas dan dipastikan selalu dalam kondisi siap digunakan.
Ia menegaskan Ransus Damkar tidak hanya untuk kepentingan satuan. Kendaraan tersebut juga menjadi bentuk kesiapan Marinir membantu masyarakat apabila menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pangkormar atas dukungan Ransus Damkar untuk Brigif 4 Marinir/BS. Kendaraan ini akan kami siagakan di markas dan dipastikan selalu dalam kondisi siap digunakan," kata dia.
Kanang menekankan kesiapsiagaan menghadapi karhutla membutuhkan kecepatan, ketepatan, disiplin, dan koordinasi. Karena itu, kemampuan personel harus terus dilatih agar setiap unsur siap bertindak saat menghadapi kondisi darurat.
"Saya menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi Karhutla membutuhkan kecepatan, ketepatan, disiplin, dan koordinasi," kata dia.
Ia menyebut Ransus Damkar bukan sekadar kendaraan operasional, melainkan sarana pengabdian yang harus siap digunakan kapan pun dan di mana pun ketika masyarakat membutuhkan. Pelatihan ini, lanjut dia, menunjukkan komitmen Brigif 4 Marinir/BS menjaga keamanan lingkungan satuan sekaligus hadir memberikan bantuan kepada warga.