LAMPUNG — Koalisi yang mewakili sekitar 750.000 pekerja di sektor perfilman dan televisi itu menilai kebijakan domestik belum mampu mengimbangi cara platform seperti Netflix, Amazon, dan YouTube mengubah lanskap pasar hiburan dunia.
Pernyataan bersama disampaikan saat TIFF 2025 memasuki hari-hari awal penyelenggaraannya. Mereka menyoroti bahwa komisi produksi untuk cerita-cerita lokal semakin tergerus oleh algoritma dan prioritas platform global.
Dalam pernyataan resminya, koalisi memperingatkan bahwa "ubiquity of global streaming services puts local stories at risk" — maraknya layanan streaming global menempatkan cerita lokal dalam risiko. Aturan konten domestik dinilai wajib ada untuk menopang produksi kisah-kisah lokal.
Reynolds Mastin, Presiden dan CEO Canadian Media Producers Association yang mewakili produser independen, menyatakan posisi tegasnya.
"Streaming has upended the way content gets commissioned, produced and seen, but domestic policies have not kept pace," ujar Mastin dalam pernyataannya.
Ia menambahkan bahwa Kanada, seperti banyak negara lain, membutuhkan pembaruan hukum dan regulasi untuk dunia digital. "Kami masing-masing menoleh kepada pemerintah kami untuk membela kedaulatan budaya kami," lanjutnya.
Dua puluh tiga organisasi sektor layar yang menandatangani pernyataan bersama mencakup European Audiovisual Production, Screen Producers Australia, Screen Producers Ireland, Animation Ireland, Swedish Film & TV Producers, dan AnimFrance.
Mereka mewakili kepentingan produser dan pekerja kreatif di Kanada, Australia, dan Eropa. Isu yang diangkat bukan sekadar soal produksi, melainkan juga kedaulatan budaya masing-masing negara.
Produser Kanada baru-baru ini mengulang seruan kepada pemerintah di Ottawa untuk mengembalikan rencana mewajibkan perusahaan Amerika membantu mensubsidi produksi film dan TV domestik. Isu ini masuk dalam perang tarif dan perdagangan lintas batas dengan Amerika Serikat.
Di Eropa, situasinya melibatkan penyiar legacy yang berupaya memperbesar skala dengan dukungan pemerintah dan legislasi lokal. Tujuannya menahan dominasi Netflix dan Amazon di sisi audiens, serta YouTube, Facebook, dan TikTok di sisi periklanan.
Tanpa intervensi kebijakan, penyiar lokal berisiko kehilangan daya saing mereka di pasar sendiri.
Festival Film Toronto menjadi lokasi strategis untuk menyuarakan persoalan ini. Ajang tersebut berlangsung hingga 20 September dan menjadi pertemuan para pelaku industri dari berbagai negara.
Seruan koalisi ini mencerminkan ketegangan yang makin terasa antara platform streaming global dan industri produksi lokal di banyak negara. Regulasi konten lokal kini menjadi medan perjuangan yang menentukan masa depan cerita-cerita dari masing-masing negara.