LAMPUNG — Program yang berlangsung selama dua hari ini dibagi ke dalam enam sesi. Selain uji kendara, peserta bisa mengikuti sesi diskusi soal teknologi kendaraan listrik, mini games, dan konsultasi pembiayaan di coffee corner yang disediakan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi MUF dengan Bank Mandiri dan jaringan dealer otomotif. Tujuannya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional lewat pendekatan langsung ke konsumen.
SEVP Marketing Reguler MUF, Abdul Rochim, menilai masyarakat perlu merasakan langsung teknologi kendaraan listrik sebelum memutuskan pindah dari kendaraan konvensional. Menurutnya, semakin banyak orang yang mencoba, semakin cepat adopsi kendaraan ramah lingkungan berjalan.
“Peralihan menuju kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan pilihan produk yang semakin beragam, tetapi juga kesempatan bagi konsumen untuk merasakan langsung teknologi kendaraan serta memperoleh solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Abdul Rochim.
Untuk menarik minat calon pembeli, MUF menyiapkan paket pembiayaan khusus selama acara berlangsung. Skemanya mencakup uang muka ringan mulai 10 persen, cashback hingga Rp2 juta, dan perlindungan asuransi senilai Rp10 juta.
“Program ini berlaku sesuai syarat dan ketentuan yang ditetapkan perusahaan, termasuk bagi nasabah yang mengajukan pembiayaan melalui aplikasi Livin’ by Mandiri,” bebernya.
Sinergi tiga pihak ini memungkinkan pengunjung menyelesaikan kebutuhan otomotif dalam satu tempat. Mulai dari mencari informasi kendaraan, test drive, konsultasi pembiayaan, hingga pengajuan kredit bisa dilakukan langsung di lokasi tanpa proses berbelit.
“Melalui sinergi bersama Bank Mandiri dan dealer otomotif, MUF ingin menghadirkan proses pembiayaan yang semakin mudah dan terintegrasi. Kami berharap program ini dapat memberikan pengalaman yang positif sekaligus membantu nasabah memilih kendaraan listrik dan hybrid yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” tambahnya.
MUF berencana melanjutkan program serupa di kota lain dengan konsep yang menggabungkan edukasi, pengalaman berkendara, dan kemudahan akses pembiayaan. Langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekosistem transportasi berkelanjutan di Indonesia.