Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menggandeng Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dan industri jasa keuangan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Audiensi terkait akses keuangan daerah itu berlangsung di Rumah Dinas Bupati Lampung Utara, Selasa (8/9).
LAMPUNG UTARA — OJK Provinsi Lampung tak bergerak sendiri dalam mendorong perluasan akses keuangan di daerah. Lembaga itu mengajak Pemkab Lampung Utara dan industri jasa keuangan (IJK) duduk bersama membahas langkah konkret yang menyasar kebutuhan masyarakat setempat.
Pertemuan yang digelar di Rumah Dinas Bupati Lampung Utara itu dihadiri langsung oleh Bupati Hamartoni Ahadis, Sekretaris Daerah Intji Indriati, serta perwakilan perangkat daerah terkait. Forum ini menjadi ajang koordinasi untuk menyelaraskan program antara regulator, eksekutif daerah, dan pelaku industri keuangan.
Sinergi ini tidak sekadar mengejar target jumlah rekening. OJK dan Pemkab mengarahkan penguatan akses keuangan untuk mendukung pengembangan sektor produktif dan potensi ekonomi khas Lampung Utara.
Kelompok tani dan pembudidaya perikanan menjadi sasaran utama. Kedua sektor ini dinilai punya kebutuhan pembiayaan yang nyata dan berdampak langsung pada roda ekonomi warga.
Upaya itu dijalankan lewat berbagai program yang manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat, bukan hanya seremonial belaka.
Sinergi yang sudah terbangun kemudian ditindaklanjuti lewat kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan yang menyasar kelompok tani dan pembudidaya perikanan di Kabupaten Lampung Utara.
Materi yang diangkat bukan sekadar pengenalan produk pinjaman. Kegiatan ini menekankan pemahaman pengelolaan keuangan yang baik dan bertanggung jawab, perilaku investasi yang bijak, serta pentingnya perlindungan finansial.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya punya akses ke layanan keuangan formal, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara tepat dan aman.
Kolaborasi tiga pilar ini diharapkan mendorong pertumbuhan sektor produktif dan perekonomian daerah secara berkelanjutan. Semakin luas akses masyarakat ke layanan keuangan formal, semakin besar pula peluang usaha produktif untuk berkembang.
Bagi petani dan pembudidaya ikan, akses pembiayaan yang mudah dan pemahaman pengelolaan yang baik bisa menjadi modal untuk meningkatkan hasil produksi. Pada akhirnya, roda ekonomi Lampung Utara ikut bergerak dari tingkat paling bawah.