Tim Mabes TNI Gelar Sosialisasi Karhutla di Lampung Utara, 150 Warga dan Gapoktan Jadi Garda Terdepan

Penulis: Khairul Anwar  •  Selasa, 08 September 2026 | 17:31:01 WIB
Tim Mabes TNI bersama Koramil 412-10/Tanjung Raja memberikan penyuluhan pencegahan karhutla kepada 150 warga di Aula Desa Sindang Agung, Lampung Utara, Selasa (8/9/2026).

LAMPUNG UTARA — Tim Mabes TNI bersama Koramil 412-10/Tanjung Raja Kodim 0412/LU memberikan penyuluhan pencegahan dan penanggulangan karhutla di Aula Desa Sindang Agung, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, Selasa (8/9/2026). Sebanyak 150 peserta yang terdiri atas warga, ketua Gapoktan se-Kecamatan Tanjung Raja, serta tokoh masyarakat hadir dalam kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu.

Lima perwira Mabes TNI diterjunkan dalam penyuluhan ini. Mereka adalah Kolonel Tek Masyuri Sunendar, Kolonel Kes Chairul, Letkol (L) Nuki Widiasmoro, Mayor Cpm Aris Setya Hadi, dan Kapten Cpm Candra A.W. Turut hadir Camat Tanjung Raja Evril Irawan, Kapolsek Tanjung Raja Iptu Mukti, serta Kepala Desa Sindang Agung Ahmad Rizal.

Materi yang Ditekankan: Bahaya Membakar Lahan Sembarangan

Dalam penyuluhan, tim Mabes TNI menekankan bahaya membakar lahan sembarangan serta dampak karhutla terhadap kesehatan dan perekonomian warga. Warga juga diedukasi mengenai langkah awal yang harus diambil ketika menemukan titik api agar kebakaran tidak meluas.

Para peserta diminta tidak menangani sendiri api yang sudah membesar. Koordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak terkait menjadi langkah pertama yang disarankan saat potensi kebakaran terdeteksi.

Sinergi TNI-Polri-Pemda dan Masyarakat Jadi Kunci Pencegahan

Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencegah karhutla. Para ketua Gapoktan dan warga diharapkan berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga lahan pertanian dan perkebunan di Kecamatan Tanjung Raja.

Desa Sindang Agung dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena wilayahnya dikelilingi area pertanian dan perkebunan yang rawan terdampak kebakaran lahan saat musim kemarau. Kehadiran Gapoktan dinilai strategis untuk menyebarkan informasi pencegahan hingga ke tingkat kelompok tani.

Harapan Setelah Penyuluhan: Kesadaran Warga Meningkat

Melalui kegiatan ini, tim Mabes TNI berharap kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi karhutla semakin meningkat. Dengan pemahaman yang lebih baik, risiko kebakaran yang merugikan lingkungan dan ekonomi warga dapat ditekan sejak dini.

Penyuluhan serupa direncanakan berlanjut di desa-desa lain di Lampung Utara yang memiliki kategori rawan karhutla tinggi. Hal ini menyusul masih ditemukannya praktik pembakaran lahan oleh sebagian petani yang belum memahami konsekuensi hukum dan lingkungannya.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: jejaring09.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top