Pemkot Bandarlampung Perluas Penetrasi Pasar Sembako Sesuai HET ke Seluruh Kecamatan

Penulis: Khairul Anwar  •  Kamis, 03 September 2026 | 10:03:32 WIB
Petugas menjual beras SPHP, gula pasir, dan MinyakKita sesuai harga eceran tertinggi (HET) dalam operasi pasar rutin di Bandarlampung.

Pemkot Bandarlampung bersama Bulog menggelar operasi pasar rutin tiga kali sepekan untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau di tengah ancaman kemarau panjang. Beras, gula, dan MinyakKita dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) agar warga tak terbebani lonjakan harga.

BANDARLAMPUNG — Kemarau panjang yang berisiko menunda panen dan mengganggu distribusi membuat Pemkot Bandarlampung menggencarkan penetrasi pasar ke permukiman warga. Program ini digelar bersama Bulog tiga kali dalam sepekan dengan menyasar komoditas utama seperti beras, gula, dan MinyakKita.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung Erwin menyatakan langkah ini untuk memastikan kebutuhan pokok warga terpenuhi dengan harga yang tidak melampaui ketentuan pemerintah.

"Untuk menjaga kestabilan harga serta memenuhi kebutuhan bahan pokok warga kami bersama Bulog secara rutin melakukan penetrasi pasar sebanyak tiga kali dalam sepekan," kata Erwin di Bandarlampung, Rabu.

Komoditas yang Disiapkan untuk Warga

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan menjual beras SPHP, gula pasir, dan minyak goreng kemasan dengan banderol yang dikunci sesuai HET. Skema ini sengaja dirancang agar masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah tetap bisa mengakses bahan pangan murah tanpa harus bergantung pada fluktuasi harga pasar.

"Komoditas yang kami jual seperti beras, gula dan MinyakKita diupayakan sesuai dengan HET, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau," jelas Erwin.

Target Jangkauan ke 20 Kecamatan

Ke depan, Dinas Perdagangan menargetkan program serupa diperluas hingga menjangkau seluruh kecamatan di Bandarlampung. Perluasan ini menunggu kesiapan logistik dan koordinasi dengan pengurus kecamatan setempat.

"Harapannya stabilitas harga bisa dirasakan masyarakat secara merata dan kebutuhan pokok tetap mudah didapat," ujar dia.

Faktor Cuaca dan Distribusi Picu Fluktuasi Harga

Erwin mengakui sejumlah komoditas masih mengalami gejolak harga. Selain rantai distribusi yang kerap terganggu di perjalanan, faktor cuaca menjadi variabel utama yang memengaruhi produksi petani di daerah penyangga.

"Kondisi cuaca juga sangat berpengaruh. Kemarau yang cukup panjang tentu berdampak kepada petani, sehingga ada risiko gagal panen atau panennya menjadi tertunda. Distribusi juga bisa terganggu apabila ada kendala di perjalanan," kata dia.

Pasokan Aman Berkat Daerah Penyangga

Di sisi lain, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pangan Kota Bandarlampung Ayu Kumala Dewi menjamin pasokan pangan kota masih relatif aman. Bandarlampung mendapatkan sokongan dari kabupaten tetangga yang menjadi lumbung pangan.

"Untuk ketersediaan pangan kita masih aman karena ada daerah penyangga yang memasok kebutuhan Kota Bandarlampung, seperti Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, dan Metro menjadi sumber pasokan beras maupun komoditas sayur-mayur," ungkap Ayu.

Kios Pangan Jadi Alternatif Perluasan Akses

Antisipasi kenaikan harga beras juga dilakukan dengan mendorong pendirian kios pangan di luar pasar tradisional. Dinas Pangan bersama Bulog merekomendasikan lokasi-lokasi strategis di permukiman agar warga lebih mudah menjangkau beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Kios pangan ini kami rekomendasikan di luar pasar untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras SPHP. Langkah ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga pasokan sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga beras," kata Ayu menambahkan.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top