LAMPUNG — Pada 1 Agustus 2026, Pertamina Patra Niaga justru menurunkan harga Pertamax menjadi Rp15.950 per liter — turun Rp300 dari posisi Juni. Kini angin berbalik. Untuk periode September, analis memetakan kenaikan harga ideal di kisaran 2,0% hingga 4,0% untuk Pertamax Series. Artinya, dengan harga saat ini, pengguna RON 92 harus menyiapkan tambahan anggaran bulan depan.
Kenaikan ini ditopang oleh harga rata-rata produk olahan di pasar Singapura (Mean of Platts Singapore/MOPS) pada periode acuan 25 Juli hingga 24 Agustus 2026. Untuk produk bensin, rata-rata MOPS diperkirakan berada di US$92,00 hingga US$98,50 per barel. Angka ini lebih tinggi dibanding periode sebelumnya yang berkisar US$86,00–US$90,00 per barel, akibat pengetatan pasokan kilang di kawasan Asia.
"Kalau dilihat MOPS memang mencatatkan kenaikan rata-rata sekitar 4% hingga 7%. Namun, dampak berhasil diredam oleh penguatan nilai tukar rupiah sebesar 1,8% hingga 2,2% pada periode perhitungan yang sama," ujar Wahyu dalam keterangannya, seperti dikutip Bloomberg Technoz.
Kombinasi kedua variabel itu menghasilkan estimasi kenaikan harga ideal 2,0%–4,0% untuk bensin RON 92 dan di atasnya. Sementara untuk kelompok diesel, dorongannya lebih kuat karena laju MOPS solar tercatat lebih curam.
Buat pemilik kendaraan diesel, kabar ini kurang menyenangkan. Estimasi rata-rata MOPS solar berada di US$96,00 hingga US$102,50 per barel — lebih tinggi dari bensin. Didorong lonjakan permintaan musiman sektor industri serta melebarnya crack spread (selisih harga minyak mentah dengan produk olahan).
Dengan kondisi itu, proyeksi kenaikan harga ideal untuk keluarga Dex Series mencapai 2,5% hingga 4,5%. Sementara kategori diesel nonsubsidi lainnya seperti Dexlite dan Pertamina Dex, potensi kenaikan diestimasi Rp400 hingga Rp800 per liter.
Menurut Wahyu, penyesuaian harga akan mulai terlihat 1 September 2026. Yang menarik, badan usaha swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo diprediksi bergerak lebih cepat merefleksikan perubahan MOPS dan kurs demi menjaga margin distribusi.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga diperkirakan menaikkan harga dengan besaran lebih terukur atau menahan sebagian margin (smoothing) demi menjaga daya beli masyarakat dan daya saing ritel. Langkah ini sejalan dengan pernyataan VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, bahwa penyesuaian harga selalu mengikuti arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Sebagai pembanding, berikut harga yang berlaku sejak 1 Agustus 2026 setelah penyesuaian terakhir: - Pertamax (RON 92): Rp15.950/liter - Pertamax Green 95 (RON 95): Rp16.600/liter - Pertamax Turbo (RON 98): Rp18.300/liter - Dexlite: Rp19.700/liter - Pertamina Dex: Rp21.150/liter
Dengan proyeksi kenaikan tersebut, semua produk nonsubsidi berpotensi berubah mulai bulan depan. Konsumen yang ingin mengisi bensin premium mungkin perlu mempertimbangkan waktu pengisian sebelum 1 September.