Pemkot Bandarlampung dan OJK Lampung Buka Rekening Bank Sampah untuk 4.048 Siswa SMP

Penulis: Khairul Anwar  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 18:07:35 WIB
Pemkot Bandarlampung bersama OJK Lampung membuka rekening bank sampah bagi 4.048 siswa SMP di Kota Bandarlampung.

Sebanyak 4.048 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bandarlampung kini memiliki rekening tabungan dari hasil mengumpulkan dan memilah sampah. Program Bank Sampah hasil kerja sama Pemerintah Kota Bandarlampung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung ini bertujuan membangun kepedulian lingkungan sekaligus menanamkan literasi keuangan sejak dini.

BANDARLAMPUNG — Wakil Wali Kota Bandarlampung Deddy Amarullah mengatakan pembukaan rekening massal ini menjadi bagian dari upaya membentuk karakter pelajar agar terbiasa mengelola uang dari jerih payah sendiri. Sampah yang sudah dipilah, ditimbang, dan dibersihkan oleh para siswa akan menjadi sumber pendapatan pribadi mereka.

"Dengan membukakan rekening kepada anak-anak sekolah, nanti hasil sampah yang sudah dipilah, ditimbang, dipungut dan dibersihkan itu menjadi bagian pendapatan dari para anak-anak sekolah," kata Deddy di Bandarlampung, Senin.

Mekanisme: Sampah Ditimbang, Hasil Masuk Aplikasi

Kepala OJK Lampung Otto Fitriandy menjelaskan mekanisme program ini berjalan secara terstruktur. Siswa mengumpulkan sampah berdasarkan kategori tertentu, kemudian ditimbang pada hari yang telah disepakati untuk menentukan nilai ekonominya.

Dalam pelaksanaannya, OJK menggandeng Sahabat Gajah, komunitas yang sebelumnya telah menginisiasi bank sampah di sejumlah sekolah, untuk melakukan penimbangan dan pencatatan. Hasilnya dimasukkan ke dalam aplikasi sehingga siswa bisa memantau pendapatan mereka secara real-time.

"Mereka nanti register di aplikasi. Nanti bisa melihat hasilnya berapa yang mereka terima dari hasil program bank sampah yang ada di sekolah," ujar Otto.

Edukasi Literasi Keuangan dan Antisipasi Pinjol Ilegal

Program ini merupakan bagian dari agenda Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bandarlampung. Setelah rekening terbuka, tahap berikutnya adalah pemberian edukasi pengelolaan keuangan kepada para pelajar.

"Mereka akan diberikan pemahaman bagaimana membedakan mana keinginan dan kebutuhan agar uang dikumpulkan dapat dimanfaatkan guna keperluan sekolah," kata Otto.

Otto menekankan pentingnya pembekalan ini karena pelajar kini mulai memiliki sumber pendapatan sendiri. Selain menabung, siswa juga diberi pemahaman soal risiko aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal dan investasi bodong.

"Kami bekali literasi keuangan sejak dini di usia SMP supaya mereka tidak menjadi korban atau terjerat pinjaman maupun investasi ilegal," tegasnya.

Bertahap ke Jenjang SD, Target Perluasan Akses Keuangan

Deddy Amarullah menambahkan program bank sampah tidak hanya mengedukasi kebersihan lingkungan, tetapi juga mengajarkan siswa menabung dan mengelola pendapatan. Rencananya, program ini akan diterapkan secara bertahap ke seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SMP hingga SD.

Mengenai penarikan dana dan saldo minimum, Otto menyebut ketentuan tersebut mengikuti mekanisme masing-masing lembaga keuangan. Yang terpenting, kata dia, adalah memberikan pemahaman bahwa uang yang dihasilkan harus dikelola untuk kebutuhan bermanfaat seperti membeli perlengkapan sekolah.

"Mereka harus paham uang ini dikelola dan dihasilkan untuk apa," pungkasnya.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top