BANDAR LAMPUNG — RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung mendorong seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatannya untuk aktif mengikuti program pengembangan kompetensi berkelanjutan. Langkah ini ditempuh melalui webinar P2KB yang digelar manajemen rumah sakit sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapat pemahaman menyeluruh mengenai kebijakan, konsep, mekanisme, serta pelaksanaan P2KB. Tenaga medis dan tenaga kesehatan juga didorong memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi secara berkelanjutan sesuai ketentuan berlaku.
Bagian penting dalam proses pengembangan kompetensi ini adalah pemenuhan, perolehan, dan pencatatan Satuan Kredit Profesi (SKP). SKP menjadi tolok ukur bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam menjaga standar profesionalisme mereka.
Tenaga medis dan tenaga kesehatan RSUDAM diharapkan aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kompetensi. Mulai dari pendidikan dan pelatihan, seminar, workshop, lokakarya, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kegiatan pengembangan profesional lain sesuai bidang kompetensinya masing-masing.
Peningkatan kompetensi SDM kesehatan di RSUDAM diharapkan mendukung terselenggaranya pelayanan yang sesuai standar profesi dan standar pelayanan. Rumah sakit juga ingin memastikan layanannya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.
Program P2KB diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien melalui ketersediaan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kompeten. Para tenaga kesehatan dituntut terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.
Selain pengembangan kompetensi individu, pelaksanaan P2KB membantu rumah sakit dalam pembinaan dan pengembangan SDM secara lebih terencana, terarah, dan sesuai kebutuhan pelayanan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit, khususnya dalam aspek kompetensi, kredensial, pengembangan profesional, dan peningkatan mutu tenaga medis serta tenaga kesehatan.
Webinar tersebut juga menjadi forum konsultasi dan diskusi bagi peserta untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam pelaksanaan P2KB. Para peserta mencari solusi guna mendukung terciptanya SDM kesehatan yang kompeten, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan serta keselamatan pasien.