LAMPUNG — Gugatan yang diajukan pada Jumat lalu ini menyebut Anthropic terlibat dalam "kampanye berani" untuk mengunduh, mengeruk, dan menyalin karya berhak cipta secara ilegal dalam skala besar. Materi yang dikumpulkan ini digunakan sebagai bahan pelatihan untuk model AI generatif milik perusahaan, termasuk Claude.
Dalam dokumen pengadilan yang dipublikasikan oleh Music Business Worldwide, kedua penerbit musik menuduh Anthropic melakukan "pencurian kekayaan intelektual yang sedang berlangsung" dengan mengakses ribuan komposisi musik tanpa izin. Mereka menuntut pengadilan dengan juri, plus denda maksimal hingga USD 150.000 per karya yang dilanggar dan USD 25.000 untuk setiap kasus penghapusan informasi manajemen hak cipta.
Jika pengadilan mengabulkan tuntutan tersebut, total ganti rugi yang harus dibayar Anthropic bisa menembus angka miliaran dolar. Alasannya, gugatan ini menyebut "ribuan hingga puluhan ribu" komposisi musik berhak cipta yang dikelola Sony dan Warner diduga diambil secara ilegal untuk melatih model Claude.
Jumlah ini jauh lebih besar dari tuntutan serupa yang diajukan Concord Music Group dan Universal Music Group pada awal tahun ini. Kedua perusahaan tersebut menggugat Anthropic karena diduga mengunduh lebih dari 20.000 lagu berhak cipta untuk kebutuhan pelatihan AI, dengan nilai gugatan yang dilaporkan melebihi USD 3 miliar.
Gugatan dari industri musik ini menambah daftar panjang masalah hukum yang dihadapi Anthropic terkait praktik pelatihan AI mereka. Sebelumnya, perusahaan yang berbasis di San Francisco ini juga digugat oleh sekelompok penulis yang menuduh Claude dilatih menggunakan salinan bajakan dari karya-karya mereka yang dilindungi hak cipta.
Kasus tersebut akhirnya diselesaikan di luar pengadilan dengan nilai penyelesaian yang memecahkan rekor, yakni mencapai USD 1,5 miliar. Namun, penyelesaian itu tampaknya tidak menghentikan gelombang tuntutan dari industri kreatif lain yang merasa dirugikan oleh praktik pengambilan data besar-besaran untuk pengembangan AI.
Kasus ini menyoroti perdebatan panjang mengenai sumber data yang digunakan untuk melatih model AI generatif. Perusahaan seperti Anthropic, OpenAI, dan Google membutuhkan data dalam jumlah sangat besar untuk mengembangkan model yang mampu memahami dan menghasilkan teks, audio, serta gambar.
Namun, praktik "scraping" atau pengambilan data dari internet secara massal kerap kali menyertakan materi berhak cipta tanpa izin. Para pemegang hak cipta, mulai dari penulis, musisi, hingga penerbit, menilai praktik ini sebagai pelanggaran hukum yang merugikan industri kreatif secara fundamental.
Hingga berita ini ditulis, Anthropic belum memberikan tanggapan resmi atas gugatan terbaru dari Sony dan Warner. Kami akan memperbarui artikel ini jika perusahaan memberikan pernyataan.