LAMPUNG — Mendengar kata stunting, sebagian besar ibu mungkin langsung berpikir tentang makanan bergizi dan susu. Padahal, ada satu sisi lain yang tidak kalah penting dan sering terlupakan: stimulasi. Kabar baiknya, sebuah program dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) baru-baru ini menunjukkan hasil nyata yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.
Seorang balita bernama Muhammad Beril asal Kecamatan Tembilahan mengalami perubahan luar biasa. Awalnya, Beril sama sekali belum bisa berjalan. Namun setelah rutin mengikuti sesi stimulasi terpadu, kini ia mulai melangkah dan berat badannya pun ikut naik. Ini adalah bukti nyata bahwa penanganan stunting harus menyentuh lebih dari sekadar piring makanan.
Wakil Bupati Inhil, Yuliantini, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya fokus pada asupan nutrisi tubuh. Menurutnya, asupan kasih sayang dan motivasi untuk bergerak melalui permainan adalah bagian penting dalam tumbuh kembang anak.
"Karena penanganan Stunting tidak hanya fokus pada nutrisi tubuh, tetapi, asupan kasih sayang dan memotivasi untuk bergerak melalui permainan, juga menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak-anak kita," ujar Yuliantini saat berkegiatan di Sekretariat Penanganan Stunting Kabupaten Inhil, Jalan Gajah Mada Tembilahan, Jumat (28/8) pagi.
Pernyataan ini menegaskan bahwa otak dan tubuh anak berkembang bersama. Ketika anak merasa aman dan dicintai, hormon stresnya menurun sehingga nutrisi yang masuk bisa lebih optimal diserap tubuh untuk membangun sel-sel baru, termasuk sel otak.
Perubahan positif pada Beril ini adalah hasil dari inovasi bernama Si Besti (Stimulasi Integrasi Balita Risiko Stunting). Program yang digagas Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Inhil ini dirancang khusus sebagai upaya intervensi sensitif.
Fokus utamanya adalah melatih kemampuan motorik halus dan kasar pada anak yang mengalami kendala pertumbuhan. Melalui sesi permainan edukatif yang terarah, anak-anak diajak untuk bergerak aktif. Aktivitas seperti merangkak, berjalan, atau memegang benda kecil melatih koordinasi otak dan otot secara bersamaan.
Kabar baiknya, Ibu tidak perlu menunggu program pemerintah untuk melakukan stimulasi serupa di rumah. Ada beberapa aktivitas sederhana yang bisa dilakukan setiap hari:
Keberhasilan Beril tidak lepas dari kerja sama yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan tentunya dukungan orang tua. Yuliantini pun menyampaikan apresiasinya atas peran aktif orang tua yang senantiasa memberi kasih sayang kepada anaknya.
"Awalnya anak kita ini tidak bisa jalan sama sekali, sekarang Alhamdulillah Beril sudah bisa berjalan dan berat badannya pun naik, ini bukti kerjasama yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan dan tentunya dukungan orangtua yang senantiasa memberi kasih sayang kepada anaknya," tuturnya.
Pada momen tersebut, Wakil Bupati juga menyalurkan bantuan telur kepada keluarga terdampak sebagai tambahan asupan protein harian. Ini mengingatkan kita bahwa untuk tumbuh kembang optimal, anak membutuhkan tiga hal sekaligus: gizi yang cukup, stimulasi yang tepat, dan kasih sayang yang tulus.
Ibu, masa depan anak ada di tangan kita. Yuk, mulai sisihkan waktu bermain dan bercengkrama dengan si kecil hari ini. Karena pelukan dan tawa kita adalah vitamin terbaik yang tidak bisa digantikan oleh obat atau suplemen apa pun.