Kebakaran TNWK Lampung Timur Capai 802 Hektare, Bupati Ela Pastikan Penanganan Terkoordinasi

Penulis: Khairul Anwar  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:40:31 WIB
Petugas pemadaman berupaya mengendalikan api di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terbakar seluas 802 hektare di Lampung Timur.

Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) telah menghanguskan lebih dari 800 hektare kawasan konservasi di Lampung Timur. Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah memastikan upaya pemadaman dilakukan cepat dan terkoordinasi untuk melindungi habitat satwa langka serta mencegah api meluas ke permukiman warga.

LAMPUNG TIMUR — Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah bergerak memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berjalan cepat dan terukur. Perhatian utama tertuju pada keselamatan warga serta kelestarian habitat gajah Sumatra dan badak Sumatra yang mendiami kawasan konservasi seluas 125.000 hektare tersebut.

"Kita ingin memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, terukur dan terkoordinasi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, tetapi kita juga harus bersama-sama menjaga kawasan Way Kambas sebagai rumah bagi satwa-satwa yang dilindungi," ujar Ela di Lampung Selatan, Rabu.

Sebaran Titik Api di Tiga Desa

Data penanganan di lapangan mencatat luasan lahan terbakar terjadi secara bertahap. Pada 21-22 Agustus, sekitar 673 hektare lahan hangus di Desa Braja Harjosari. Dua hari berikutnya, api melalap 123 hektare di wilayah Braja Kencana dan Braja Luhur, serta 6,4 hektare di Rantau Jaya.

Sebagian besar area yang terbakar merupakan kawasan padang alang-alang. Meski demikian, potensi meluasnya api ke zona inti konservasi tetap menjadi ancaman serius bagi ekosistem di dalamnya.

Mengapa Penanganan Karhutla Ini Krusial

TNWK bukan sekadar kawasan hijau biasa. Di dalamnya berdiam satwa langka yang dilindungi negara, mulai dari gajah Sumatra, harimau Sumatra, tapir, beruang madu, hingga siamang. Kawasan ini juga menaungi Pusat Latihan Gajah yang berperan penting dalam upaya perlindungan dan pelatihan gajah Sumatra.

Ela menegaskan, pengendalian karhutla tidak hanya soal memadamkan api. Lebih dari itu, ini bagian dari menjaga ekosistem dan kelangsungan hidup satwa langka yang menjadi kebanggaan Lampung Timur.

Sinergi Lintas Sektor Menjadi Kunci

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menyatakan siap berkolaborasi dengan seluruh unsur terkait. "Yang paling penting sekarang adalah bagaimana api bisa segera dikendalikan dan tidak meluas. Pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan TNI, Polri, Pemerintah Provinsi, TNWK dan seluruh unsur yang terlibat," kata Ela.

Ia menambahkan, dampak karhutla tidak hanya menyentuh lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam aktivitas ekonomi warga yang tinggal di sekitar kawasan konservasi. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memastikan api segera terkendali dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Pemkab Lampung Timur bersama Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, dan pengelola TNWK terus berupaya memastikan kawasan konservasi tetap terlindungi dari meluasnya kebakaran.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top