MKKS SMA Lampung Salurkan Donasi Rp90 Juta untuk Tiga Siswa Korban Kebakaran di Tanggamus, Way Kanan, dan Pesisir Barat

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:35:01 WIB
MKKS SMA Provinsi Lampung menyerahkan donasi Rp90 juta kepada tiga siswa korban kebakaran di Tanggamus, Way Kanan, dan Pesisir Barat.

BANDAR LAMPUNG — Solidaritas pelajar SMA se-Provinsi Lampung diuji melalui aksi nyata. MKKS SMA Provinsi Lampung secara resmi menyerahkan bantuan dana total Rp90 juta kepada tiga siswa korban kebakaran rumah.

Ketua MKKS SMA Provinsi Lampung, Suharto, yang juga Kepala SMA Negeri 1 Bandar Lampung, menjelaskan dana tersebut merupakan iuran sukarela para siswa. "Untuk tiga kabupaten yang siswanya mendapat musibah kebakaran dan rumahnya ludes, masing-masing kita bantu Rp30 juta. Bantuan ini berasal dari hasil donasi siswa SMA se-Provinsi Lampung," ujarnya di Bandar Lampung.

Tiga Siswa Penerima Bantuan

Bantuan diserahkan langsung kepada siswa terdampak. Di Kabupaten Tanggamus, donasi diterima Tri Lestari, siswi kelas XII.E SMAN 1 Kotaagung. Di Kabupaten Way Kanan, bantuan diberikan kepada Andini, siswa SMA Negeri 1 Baradatu.

Rumah Andini di Banjar Ratu, Kecamatan Gunung Labuhan, hangus terbakar pada 5 Agustus 2026. Sementara itu, di Kabupaten Pesisir Barat, bantuan serupa diserahkan kepada Nurul Askia, siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pesisir Tengah, warga Pekon Pajar Bulan, Kecamatan Way Krui.

Dukungan Moral bagi Korban

Lebih dari sekadar bantuan materi, Suharto menegaskan donasi ini adalah dukungan moral agar para siswa tetap semangat melanjutkan pendidikan. Gerakan ini membuktikan bahwa siswa tidak hanya didorong berprestasi akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.

"Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban siswa dan keluarganya yang terkena musibah," kata Suharto. Ia berharap para korban segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan baik.

Bantuan Tambahan dari MKKS Kabupaten

Selain bantuan utama dari tingkat provinsi, MKKS SMA di masing-masing kabupaten turut memberikan bantuan langsung. Nilainya bervariasi, rata-rata berkisar Rp5 juta hingga Rp8 juta untuk setiap siswa terdampak.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran. Nilai gotong royong dan kemanusiaan pun ditanamkan kepada para peserta didik di Lampung.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: medinaslampungnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top