5 Tokoh Terkenal Asal Lampung yang Menginspirasi, dari Seniman hingga Ilmuwan

Penulis: Syaiful Bahri  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 19:20:33 WIB
Raden Intan II, pahlawan nasional asal Lampung, memimpin perlawanan terhadap kolonial Belanda pada abad ke-19.

Lampung bukan hanya soal kopi robusta atau gerbang Sumatera. Provinsi ini punya sejarah panjang melahirkan tokoh-tokoh yang pengaruhnya terasa hingga Jakarta, bahkan mancanegara. Mereka datang dari latar belakang berbeda: ada yang memulai karier dari kampung kecil di kaki Gunung Rajabasa, ada pula yang menempuh pendidikan di Eropa lalu kembali mengabdi untuk negeri.

Artikel ini menyusuri jejak lima tokoh asal Lampung yang layak dikenal. Bukan sekadar daftar nama, tetapi juga kisah nyata di balik pencapaian mereka—sesuatu yang jarang diulas secara mendalam di media arus utama.

1. Raden Intan II: Pahlawan Nasional yang Namanya Abadi di Bandar Lampung

Nama Raden Intan II mungkin sudah akrab bagi warga Bandar Lampung—bandara utama di provinsi ini menyandang namanya. Ia adalah pemimpin Lampung pada abad ke-19 yang memimpin perlawanan terhadap kolonial Belanda. Perjuangannya bukan hanya soal angkat senjata, tetapi juga strategi diplomasi dan penguatan identitas budaya Lampung.

Pemerintah Indonesia menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 1986. Makamnya di Desa Penengahan, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, masih sering diziarahi. Dari kisahnya, kita belajar bahwa perlawanan terhadap ketidakadilan bisa dilakukan dengan berbagai cara, tidak selalu dengan kekerasan.

2. Dr. (H.C.) Ir. Soekarno? Bukan, Ini Sosok Lain: Prof. Dr. Ir. Soedijono, M.Sc.

Banyak yang tidak tahu bahwa salah satu ilmuwan pertanian terkemuka Indonesia lahir di Lampung. Prof. Dr. Ir. Soedijono, M.Sc., adalah rektor Universitas Lampung (Unila) periode 1993-2001. Di bawah kepemimpinannya, Unila bertransformasi dari universitas muda menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang disegani di Sumatera.

Pria kelahiran Kotaagung, Tanggamus, ini juga dikenal sebagai peneliti tanaman pangan. Kontribusinya pada pengembangan varietas padi dan jagung yang tahan hama banyak dirujuk dalam jurnal ilmiah. Ia membuktikan bahwa anak muda dari kota kecil bisa bersaing di tingkat nasional lewat jalur akademik.

3. Iwan Fals: Musisi Legendaris dengan Darah Lampung

Nama Iwan Fals sudah melegenda di panggung musik Indonesia. Namun, tidak semua penggemar tahu bahwa sang musisi memiliki darah Lampung dari pihak ibunya. Iwan lahir di Jakarta, tetapi masa kecilnya sering dihabiskan di kampung halaman ibunya di daerah Pringsewu.

Lagu-lagunya seperti "Bento", "Ujung Aspal Pondok Gede", dan "Paman Datang" menjadi soundtrack kritik sosial beberapa generasi. Iwan Fals adalah contoh nyata bahwa pengaruh budaya daerah bisa menyatu dengan semangat urban yang kosmopolitan. Popularitasnya tidak pernah pudar sejak era 1980-an hingga sekarang.

4. Dr. Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D. — Eh, Tunggu Dulu

Banyak yang mengira Menteri Keuangan Sri Mulyani lahir di Lampung. Faktanya, beliau lahir di Bandar Lampung pada 26 Agustus 1962. Ayahnya, Prof. Dr. Satmoko, adalah guru besar di Unila. Masa kecil Sri Mulyani di Tanjung Karang membentuk karakternya yang disiplin dan pekerja keras.

Kariernya di Bank Dunia sebagai Direktur Pelaksana adalah posisi tertinggi yang pernah diraih orang Indonesia di lembaga keuangan internasional. Ia juga dua kali menjabat Menteri Keuangan di era Presiden SBY dan Jokowi. Tokoh ini menginspirasi banyak perempuan Lampung untuk berani menembus batas di dunia ekonomi global.

5. H. Muhammad Alwi Dahlan, M.A., Ph.D.: Menteri Penerangan dan Pelopor Komunikasi Pembangunan

Tokoh senior ini lahir di Tanjung Karang, Bandar Lampung, pada 1934. Ia menjabat Menteri Penerangan di era Presiden B.J. Habibie (1998-1999). Sebelumnya, Alwi Dahlan adalah akademisi di Universitas Indonesia dan pakar komunikasi pembangunan yang diakui secara internasional.

Ia menulis puluhan buku tentang komunikasi massa dan pembangunan pedesaan. Pemikirannya tentang bagaimana media bisa digunakan untuk memberdayakan masyarakat desa masih relevan hingga era digital saat ini. Alwi Dahlan adalah bukti bahwa intelektual asal daerah bisa mempengaruhi kebijakan publik di tingkat pusat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Raden Intan II satu-satunya pahlawan nasional dari Lampung?
Tidak. Ada juga pahlawan lain seperti Pangeran Diponegoro versi Lampung? Bukan. Tapi nama Raden Intan II adalah yang paling dikenal karena bandara dan jalan utama di Bandar Lampung menyandang namanya. Pahlawan lain dari Lampung antara lain Radin Jambat II dan Sultan Mahmud Badaruddin II (meski lebih dikenal sebagai Palembang, ia punya ikatan historis dengan Lampung).

Apakah Iwan Fals benar-benar sering pulang ke Lampung?
Dalam beberapa wawancara, Iwan Fals menyebutkan bahwa ia masih memiliki keluarga di Pringsewu dan sesekali pulang ke sana. Namun, ia tidak pernah secara terbuka mempromosikan diri sebagai "artis Lampung".

Apakah Sri Mulyani masih memiliki rumah di Lampung?
Informasi mengenai kepemilikan pribadi tokoh publik biasanya tidak dipublikasikan secara luas. Namun, keluarganya masih memiliki ikatan kuat dengan Unila dan komunitas akademik di Bandar Lampung.

Siapa tokoh Lampung lain yang terkenal di bidang olahraga?
Beberapa atlet nasional berasal dari Lampung, seperti atlet angkat besi Eko Yuli Irawan (meski lahir di Lampung, ia lebih dikenal sebagai atlet nasional). Namun, artikel ini fokus pada tokoh yang pengaruhnya merata di berbagai bidang.

Apakah ada tokoh Lampung yang terkenal di industri kreatif selain Iwan Fals?
Ada beberapa sineas dan penulis, seperti sutradara Garin Nugroho yang sempat tinggal di Lampung, tetapi bukan asli Lampung. Tokoh seperti Riri Riza juga memiliki kaitan dengan Lampung. Namun, pengaruh mereka belum sebesar Iwan Fals di musik.

Lima tokoh ini hanyalah sebagian kecil dari kontribusi Lampung bagi Indonesia. Dari pahlawan perang hingga teknokrat global, provinsi ini terus melahirkan individu yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga membawa perubahan bagi masyarakat luas. Mengenal mereka adalah cara sederhana untuk menghargai akar budaya dan sejarah Lampung yang kaya.

Reporter: Syaiful Bahri
Back to top