Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas Resmi Pimpin FESPATI Provinsi Lampung, Targetkan Pusat Prestasi Panahan Tradisional

Penulis: Ferdian Syah  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 22:13:02 WIB
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah FESPATI Provinsi Lampung periode 2026–2031 di Balai Keratun, Bandarlampung, Selasa (21/7/2026).

BANDARLAMPUNG — Riyanto Pamungkas memikul amanah baru di luar tugasnya sebagai kepala daerah. Bupati Pringsewu itu resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah FESPATI Provinsi Lampung untuk periode lima tahun ke depan. Prosesi pelantikan dilakukan oleh Sekjen Pengurus Nasional FESPATI, Ibnu Sabilhaq, di Balai Keratun Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Telukbetung, Bandar Lampung, pada Selasa (21/7/2026).

Panahan Tradisional Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Pembentukan Karakter

Menurut Riyanto, olahraga panahan tradisional memiliki peran strategis yang jarang disentuh cabang olahraga lain. Ia menyebut panahan mengajarkan fokus, kesabaran, pengendalian diri, sportivitas, dan keberanian mengambil keputusan. Nilai-nilai inilah yang dinilainya sangat dibutuhkan generasi muda saat ini.

"FESPATI memiliki peran sangat strategis, karena panahan tradisional bukan sekadar olahraga tetapi media pembentukan karakter," ujar Riyanto dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu menjadikan warisan budayanya tetap hidup dan relevan sepanjang zaman.

Target: Lampung Jadi Pusat Pembinaan dan Prestasi Nasional

Riyanto tidak ingin Lampung hanya menjadi peserta dalam kancah panahan nasional. Ia menargetkan provinsi ini menjadi pusat pembinaan, pusat prestasi, dan contoh bagaimana olahraga tradisional bisa tumbuh berdampingan dengan kemajuan zaman.

"Saya berharap ke depan ketika orang berbicara panahan tradisional di Indonesia, Lampung tak hanya dikenal sebagai peserta, tetapi menjadi salah satu pusat pembinaan, pusat prestasi," tegasnya.

Strategi: FESPATI Masuk Sekolah, Pesantren, Hingga Desa

Untuk mewujudkan target itu, Riyanto mengajak seluruh pengurus bekerja tanpa sekat. Ia meminta sinergi diperkuat dengan pemerintah, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, prestasi besar tidak lahir dari kerja sendiri, melainkan dari kolaborasi yang kuat.

Organisasi ini ditargetkan hadir di sekolah-sekolah, pesantren, desa-desa, dan di tengah masyarakat. Bukan sekadar olahraga, Riyanto ingin FESPATI menjadi gerakan membangun karakter dan memperkuat jati diri bangsa.

"Prestasi besar tidak lahir dari kerja sendiri, tetapi dari kolaborasi yang kuat," ucapnya. Ia optimistis dengan dukungan Gubernur Lampung, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan semangat para pengurus, FESPATI Lampung bisa melahirkan atlet berprestasi sekaligus generasi berkarakter yang mencintai budaya.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: radartanggamus.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top