Dekranasda Lampung dan Batik Keris Jalin Kolaborasi Promosikan Motif Khas Daerah ke 120 Gerai Nasional

Penulis: Ferdian Syah  •  Senin, 20 Juli 2026 | 11:09:31 WIB
Dekranasda Lampung dan Batik Keris resmi menjalin kolaborasi untuk memasarkan motif khas daerah ke 120 gerai nasional.

BANDARLAMPUNG — Langkah strategis Pemprov Lampung dalam memajukan industri kreatif sekaligus melestarikan warisan budaya membuahkan hasil. Melalui Dekranasda Provinsi Lampung, pemerintah daerah menjalin kerja sama eksklusif dengan Batik Keris, merek ritel nasional. Hasilnya, motif wastra khas Lampung seperti siger, kapal, hingga komoditi lokal seperti daun kopi dan biji lada akan tersedia di lebih dari 120 gerai Batik Keris di seluruh Indonesia.

Proses Panjang Konsultasi dengan Tokoh Budaya

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, memastikan bahwa setiap motif yang dihadirkan telah melalui proses kurasi ketat. Sebelum kolaborasi ini terwujud, Dekranasda berkonsultasi dengan tokoh budaya, Ansori Djausal dan Umi Ria, demi menjaga nilai filosofis yang terkandung dalam setiap ornamen.

“Sebelumnya Dekranasda telah berkonsultasi dengan tokoh budaya, Bapak Ansori Djausal dan juga Umi Ria agar penempatan siger, kapal ataupun komoditi seperti daun kopi dan biji lada itu tepat,” jelas Wulan dalam sambutannya.

Edukasi Budaya Lewat Label Khusus

Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada aspek estetika. Pemprov Lampung dan Batik Keris sepakat untuk menyelipkan edukasi budaya pada setiap produk. Setiap busana akan dilengkapi dengan hangtag atau label khusus yang menceritakan filosofi di balik motif yang digunakan. Dengan begitu, konsumen tidak sekadar membeli kain, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur budaya Lampung.

Gen-Z dan Milenial Jadi Target Pasar

Dekranasda Provinsi Lampung menargetkan perluasan pasar ke kalangan muda, terutama Gen-Z dan milenial. Sentuhan desain modern dan elegan dengan konsep ready to wear disiapkan untuk busana kasual maupun formal. “Tentunya berbagai ornamen khas Lampung harus terus kita kembangkan melalui inovasi desain, peningkatan kualitas serta promosi yang berkelanjutan hingga mampu menjadi kebanggaan masyarakat Lampung yang sekaligus diminati di pasar luas,” ungkap Wulan.

Apresiasi Gubernur dan Harapan Mitra Nasional

Komisaris Utama Batik Keris, Lina Handianto Tjokrosaputro, menyampaikan harapannya agar kehadiran gerai ini menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat. “Kami berharap kehadiran Batik Keris di Lampung tidak hanya menjadi tempat untuk berbelanja, tetapi juga menjadi ruang untuk semakin mengenal dan mencintai budaya Indonesia,” ujar Lina.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong bersama oleh Ketua Dekranasda Provinsi Lampung dan Komisaris Utama Batik Keris. Turut hadir Ketua IKAD Lampung Irene Fransisca Giri, Ketua DWP Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Ketua Umum DPP Mighrul Lampung Dwita Ria Gunadi, serta perwakilan Bank Indonesia dan OJK Provinsi Lampung.

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung gerai Batik Keris di Lantai 1 Mall Boemi Kedaton oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Dalam tinjauannya, Gubernur memberikan apresiasi tinggi atas kualitas karya yang ditampilkan dan keberhasilan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam produk berskala nasional.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: beritanatural.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top