Alfamart Perluas Program Satu Telur Sehari ke 39 Kota pada 2026, 2.700 Anak Stunting di Lampung Jadi Sasaran

Penulis: Ferdian Syah  •  Senin, 06 Juli 2026 | 17:56:31 WIB
Anak-anak di Lampung menerima satu butir telur setiap hari sebagai bagian program intervensi gizi Alfamart.

PESAWARAN — Program intervensi gizi yang diinisiasi sejak 2022 itu memasuki tahun keempat dengan jangkauan paling luas. Di Lampung, pelaksanaannya dikolaborasikan dengan BKKBN Provinsi Lampung, Dinas P3AP2KB Kabupaten Pesawaran, serta melibatkan Penyuluh KB dan Kader TPK untuk memantau perkembangan anak secara berkala.

Anak Terindikasi Stunting Dapat Satu Butir Telur Setiap Hari

Setiap anak penerima manfaat mendapatkan satu butir telur setiap hari selama tiga hingga enam bulan. Penyaluran dilakukan secara periodik melalui kader posyandu dan dinas kesehatan setempat. General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menyatakan bahwa penerima manfaat ditentukan berdasarkan data akurat dari dinas kesehatan agar tepat sasaran.

“Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, melainkan sebuah intervensi sederhana yang terbukti efektif dan efisien dalam penanganan stunting di berbagai daerah,” ujar Rani dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Edukasi Gizi untuk Orang Tua Jadi Bagian Program

Rani menambahkan, program yang berlangsung dari Mei hingga Oktober 2026 ini tidak hanya berfokus pada bantuan pangan. Alfamart juga mengintegrasikan pendampingan dan edukasi gizi bagi orang tua anak penerima manfaat. “Semangat utamanya adalah bagaimana Alfamart dapat hadir dan berkontribusi nyata menekan angka stunting,” tutupnya.

Perluasan Signifikan: Dari 10 Kota ke 39 Kota dalam Empat Tahun

Perluasan jangkauan program ini tercatat konsisten dari tahun ke tahun. Pada 2022, Alfamart menyalurkan lebih dari 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kota. Angka itu meningkat menjadi 103.000 butir telur untuk 591 anak di 12 kota pada 2024. Memasuki 2025, distribusi mencapai 189.000 butir telur kepada 1.000 anak di 25 kota, dengan 72 persen penerima menunjukkan perkembangan tumbuh kembang positif.

Pada 2026, target distribusi melonjak menjadi 510.000 butir telur untuk 2.700 anak di 39 kota. Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Karnadinata, mengapresiasi konsistensi program ini. “Program penanganan stunting membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama. Ini adalah wadah gotong royong yang sangat baik antara pemerintah dan sektor swasta,” kata Karnadinata.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah untuk Percepatan Penurunan Stunting

Karnadinata menekankan, sinergi semacam ini diharapkan mampu menciptakan langkah konkret dalam percepatan penurunan stunting, khususnya di Provinsi Lampung. Kolaborasi dengan Penyuluh KB dan Kader TPK disebut menjadi kunci dalam memastikan status gizi anak terpantau secara berkala.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: kupastuntas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top