BANDARLAMPUNG — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Regional 2 Panjang resmi mengoperasikan Quay Container Crane (QCC) 004 di Terminal Petikemas Pelabuhan Panjang, Lampung. Penambahan alat berat ini ditargetkan mampu memangkas waktu tunggu kapal (port stay) sekaligus meningkatkan produktivitas bongkar muat peti kemas di gerbang logistik utama Provinsi Lampung.
General Manager Pelindo Regional 2 Panjang Hardianto menyebut kehadiran unit keempat ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi layanan kepelabuhanan. “Kehadiran QCC 004 merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya saing Pelabuhan Panjang sebagai gerbang logistik utama di Provinsi Lampung,” ujarnya di Bandarlampung, Jumat.
Menurut Hardianto, investasi ini merupakan bukti nyata komitmen Pelindo menghadirkan layanan yang lebih modern dan berkualitas. “Peresmian QCC 004 menjadi bukti nyata komitmen Pelindo dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin modern dan berkualitas. Investasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas terminal peti kemas, mempercepat proses bongkar muat, serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa,” kata dia.
Dengan bertambahnya unit krane, terminal diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, efisien, aman, dan andal. “Sekaligus mengurangi waktu tunggu kapal (port stay) serta meningkatkan produktivitas bongkar muat,” tambah Hardianto.
Pelindo Regional 2 Panjang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang unggul. Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat konektivitas logistik nasional.
Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) atau Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Lampung, Yusuf Kohar, menyambut baik pengoperasian QCC 004. Menurutnya, investasi ini akan memberikan dampak positif terhadap efisiensi proses bongkar muat. “Kami berharap sinergi yang baik antara operator pelabuhan, regulator, dan pelaku usaha terus terjaga demi mendukung kelancaran logistik nasional,” ujar Yusuf.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang Djoko Tri Muljono juga memberikan apresiasi. Ia berharap kinerja pelayanan kapal dan bongkar muat di Pelabuhan Panjang semakin optimal. “KSOP Kelas I Panjang akan terus mendukung sinergi bersama Pelindo dan seluruh pihak agar penyelenggaraan pelayanan kepelabuhanan berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Djoko.
Pelabuhan Panjang selama ini menjadi salah satu pintu masuk utama arus barang di Sumatera bagian selatan. Dengan tambahan QCC 004, kapasitas terminal peti kemas di pelabuhan ini diharapkan melonjak signifikan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dan daerah untuk menekan biaya logistik nasional yang selama ini masih relatif tinggi.
Hardianto menambahkan, pengoperasian QCC 004 menjadi bagian dari komitmen Pelindo dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas pelayanan bongkar muat peti kemas. “Kehadiran QCC 004 merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya saing Pelabuhan Panjang sebagai gerbang logistik utama di Provinsi Lampung,” pungkasnya.