BANDAR LAMPUNG — Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Panjang terus menggeliat. PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melaporkan total throughput mencapai 50.287 TEUs sepanjang lima bulan pertama tahun ini, mencerminkan pemulihan dan pertumbuhan distribusi barang di kawasan Sumatera bagian selatan.
Kenaikan 7,40 persen ini menjadi salah satu yang tertinggi untuk periode yang sama dalam beberapa tahun terakhir. Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, menyebut angka itu sebagai indikator positif aktivitas logistik di Lampung dan sekitarnya.
“Capaian ini menunjukkan aktivitas arus barang yang terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan distribusi dan perdagangan di wilayah Lampung dan sekitarnya,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Selain volume peti kemas, frekuensi kunjungan kapal ke Terminal Petikemas Panjang juga mengalami peningkatan. Hal ini menandakan bahwa jalur distribusi melalui Pelabuhan Panjang semakin diminati para pengusaha dan pelaku industri.
IPC TPK berkomitmen menjaga keandalan layanan agar kebutuhan pengguna jasa terpenuhi secara optimal. “Kami akan terus menjaga keandalan layanan untuk memastikan kebutuhan pengguna jasa dapat terpenuhi secara optimal,” tegas Daniel.
Peningkatan volume peti kemas berkorelasi langsung dengan aktivitas perdagangan dan industri di Provinsi Lampung. Semakin banyak barang yang keluar-masuk pelabuhan, semakin tinggi pula perputaran ekonomi yang dirasakan oleh sektor logistik, pergudangan, hingga transportasi darat di sekitar Bandar Lampung.
IPC TPK akan terus mengoptimalkan sistem operasional dan infrastruktur di Terminal Petikemas Panjang. Langkah antisipatif terhadap lonjakan volume barang pada semester kedua tahun ini juga mulai disiapkan, termasuk koordinasi dengan para pengguna jasa dan otoritas pelabuhan setempat.