BANDAR LAMPUNG — Puluhan ibu-ibu bergantian naik ke atas mobil komando di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Senin lalu. Mereka memperkenalkan diri sebagai pekerja dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menyampaikan orasi selama sekitar lima menit per orang.
“Esensi program MBG bagi kami sangat penting. Dapat makan di kala susah. Dapat pekerjaan di kala situasi sulit,” ujar salah satu peserta aksi dalam orasinya.
Dalam aksi tersebut, para pendemo membawa poster bergambar Presiden Prabowo Subianto. Mereka menyuarakan dukungan agar program MBG tetap berjalan. Menurut mereka, yang diperlukan saat ini adalah pembenahan sistem, bukan penghentian program.
“MBG dihentikan sementara saat libur sekolah terasa berat,” kata salah satu orator di atas panggung.
Aksi serupa, menurut pantauan redaksi, juga terjadi di sejumlah daerah lain seperti Jakarta, Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat. Gelombang demonstrasi ini muncul di tengah derasnya sorotan terhadap program unggulan pemerintah tersebut.
Demo ini berlangsung saat publik tengah menyoroti dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pimpinan BGN. Selain itu, isu penolakan terhadap program MBG yang disebut dimotori salah satu partai politik juga ikut memicu dinamika di lapangan.
“Lebih baik uang negara dijadikan makanan bergizi dibandingkan dengan dihambur-hamburkan dari rapat ke rapat,” ujar seorang peserta aksi menimpali.
Para pendemo menegaskan bahwa narasi yang mereka sampaikan tidak jauh dari pidato Presiden Prabowo Subianto. MBG dinilai bermanfaat bagi anak-anak yang membutuhkan, meskipun diakui tidak semua kelompok merasakan manfaatnya secara langsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak BGN maupun Pemerintah Kota Bandar Lampung terkait tuntutan para pendemo.