LAMPUNG — Pertandingan pembuka Grup K ini menyimpan cerita menarik. Uzbekistan bukan sekadar pelengkap. Mereka datang dengan modal performa solid di kualifikasi AFC dan ambisi besar untuk melanjutkan tren positif para debutan Piala Dunia. Sebelumnya, Curacao sukses merobek gawang Jerman dan Tanjung Verde menahan imbang Spanyol.
Uzbekistan kini diasuh mantan kapten juara dunia Italia 2006, Fabio Cannavaro. Pelatih berdarah Italia itu mengambil alih kursi kepelatihan dari Timur Kapadze. Di bawah komando Cannavaro, tim berjuluk Serigala Putih ini hanya menelan satu kekalahan dari 16 laga kualifikasi.
Hasil tersebut membawa mereka finis di posisi kedua di bawah Iran di dua putaran kualifikasi AFC. Peringkat 50 dunia tak mencerminkan kekuatan sebenarnya. Dalam dua laga uji coba terakhir, mereka kalah tipis 2-1 dari Belanda dan takluk 2-0 dari Kanada.
Kolombia bukan lawan sembarangan. Los Cafeteros tampil untuk ketujuh kalinya di Piala Dunia. Rekam jejak mereka di fase grup terbilang mentereng: lolos ke babak gugur pada 2014 dan 2018 dengan memenangkan lima dari enam pertandingan penyisihan.
Terbaru, Kolombia sukses menembus final Copa America. Pengalaman ini menjadi modal berharga, tapi tekanan justru ada di pundak mereka. Sebagai tim unggulan, hasil imbang atau kalah dari debutan akan dianggap kegagalan besar.
Pertemuan ini menjadi yang pertama bagi kedua tim di level internasional. Uzbekistan dipastikan tanpa gelandang kreatifnya, Jaloliddin Masharipov, yang mengalami cedera punggung. Absennya pemain kunci ini bisa mengubah dinamika lini tengah mereka.
Grup K sendiri juga dihuni Portugal dan RD Kongo. Dua posisi teratas otomatis melaju ke babak 32 besar, sementara peringkat ketiga masih punya peluang. Artinya, hasil laga nanti bisa menentukan langkah selanjutnya bagi kedua tim.
Uzbekistan mengandalkan semangat debutan dan organisasi permainan ala Italia racikan Cannavaro. Kolombia punya kualitas individu dan jam terbang tinggi. Jika Uzbekistan mampu bertahan solid hingga 20 menit awal dan memanfaatkan bola mati, kejutan bukan mustahil tercipta di Estadio Azteca.