Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Perairan Lampung Timur, Dua ABK Masih Hilang, Tim SAR Perluas 45 Mil Laut

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 23:05:31 WIB
Tim SAR gabungan terus mencari dua ABK kapal KM Arof yang hilang di perairan Lampung Timur.

LAMPUNG TIMUR — Tim SAR Gabungan masih terus menyisir perairan Muara Kuala Penet, Lampung Timur, untuk mencari dua ABK KM Arof yang dinyatakan hilang sejak Sabtu (13/6/2026) siang. Dua korban yang belum ditemukan adalah Tarno (50), nahkoda kapal, dan Suarna (45), warga Cirebon, Jawa Barat.

Kecelakaan laut itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat KM Arof yang membawa enam ABK berlayar untuk menangkap ikan. Kapal tiba-tiba diterjang angin kencang dan gelombang tinggi hingga kehilangan kendali dan tenggelam.

Seluruh ABK sempat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Empat orang berhasil ditolong oleh nelayan yang melintas, namun dua lainnya tidak ditemukan hingga hari kedua pencarian.

Area Pencarian Diperluas Hingga 45 Mil Laut

Dantim Rescuer Pos SAR Bakauheni, Feriansyah, mengatakan pada hari kedua, Senin (15/6/2026), tim membagi area operasi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Total area pencarian mencapai lebih dari 20 nautical mile.

“Pada hari kedua pencarian, area operasi dibagi menjadi dua SRU untuk memaksimalkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” ujar Feriansyah dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Meski demikian, proses pencarian sempat terhenti pada siang hari akibat hujan deras dan gelombang setinggi 1 hingga 1,5 meter. “Meski sempat dilanjutkan kembali pada sore hari, pencarian hingga total penyisiran sekitar 45 nautical mile masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban,” ungkap Feriansyah. Tim akhirnya menghentikan sementara operasi pada pukul 16.40 WIB dan melanjutkan pemantauan visual di sekitar lokasi.

Unsur SAR yang Terlibat dan Imbauan Cuaca

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, Polairud Lampung Timur, TNI AL Labuhan Maringgai, Bakamla, BPBD Lampung Timur, pihak pemilik kapal, keluarga korban, serta nelayan setempat.

Basarnas Lampung mengimbau para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut. Kelengkapan peralatan keselamatan di kapal juga diminta diperiksa guna meminimalkan risiko kecelakaan di perairan.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: saibumi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top