LAMPUNG — Bantahan itu disampaikan Isyana usai agenda santunan anak yatim dan dhuafa di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (16/6). Ia menegaskan tidak ada agenda politik terselubung dalam lawatan Jokowi yang dijadwalkan berlangsung pada 26-28 Juni 2026 tersebut. "Sebenarnya ini bukan safari politik. Ini lebih ke arah bagaimana memenuhi undangan-undangan dari masyarakat, termasuk juga kalau ada kegiatan-kegiatan di PSI," ujar Isyana.
Isyana menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong Jokowi mulai aktif kembali melakukan kunjungan ke daerah adalah kondisi kesehatannya yang kini telah pulih. Sejak lengser dari kursi kepresidenan, mantan Wali Kota Solo itu memang jarang terlihat melakukan perjalanan dinas ke luar kota.
"Pak Jokowi sudah menyampaikan bahwa ini adalah bagian dari rencana untuk memenuhi undangan-undangan karena kondisinya sekarang sudah sehat," imbuh Isyana. Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi publik yang menilai aktivitas Jokowi mulai meningkat jelang tahun politik.
Rencana kunjungan Jokowi ke Lampung bukan sekadar wacana. Ketua Umum Relawan Brigade Rakyat Nusantara (BRN), Relly Reagen, mengonfirmasi bahwa persiapan teknis dan perizinan telah mencapai 80 persen. Pihaknya bertindak sebagai penyelenggara kegiatan bersama PSI.
"Persiapan sudah matang, izin-izin lokasi sudah siap. Sudah 80 persen lah," kata Relly usai menemui Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6). Jokowi dijadwalkan mengunjungi sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung selama tiga hari penuh.
Ketika awak media mengonfirmasi kabar yang beredar mengenai rencana Jokowi untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI, Isyana memilih untuk tidak memberikan jawaban gamblang. Ia hanya meminta publik untuk bersabar menunggu pengumuman resmi dari partai.
"Kita tunggu saja siapnya," ucap dia singkat. Pernyataan ini justru memicu spekulasi baru bahwa posisi Jokowi di PSI bukan sekadar isu, melainkan tinggal menunggu momentum politik yang tepat untuk diumumkan.
Meski PSI bersikukuh kunjungan ini murni sosial, pengamat politik menilai aktivitas Jokowi pasca-presiden selalu memiliki muatan elektoral. Apalagi, PSI saat ini tengah gencar membangun basis massa di luar Pulau Jawa. Lawatan ke Lampung, yang merupakan salah satu lumbung suara di Sumatera, dinilai strategis untuk memperkuat mesin partai menjelang kontestasi elektoral mendatang.
Namun, PSI terus membantah tudingan tersebut. Partai berlambang mawar itu menegaskan bahwa setiap langkah Jokowi saat ini adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat, bukan agenda politik praktis. Publik pun masih menanti apakah Jokowi akan benar-benar mengumumkan posisi barunya di PSI saat berada di Lampung nanti.