BMKG Catat 20 Gempa Susulan di Palu, Magnitudo Terbesar 5,1

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 14:36:01 WIB
BMKG catat 20 gempa susulan pascagempa utama di Palu dengan magnitudo terbesar 5,1.

LAMPUNG — Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam konferensi pers menyampaikan data terbaru hasil monitoring pascagempa utama. "Hingga pukul 12:00 WIB, hasil monitoring BMKG telah terjadi 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 5,1," ujarnya.

Intensitas Guncangan dan Skala Kerusakan

BMKG melaporkan guncangan gempa terasa sangat kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Skala intensitas tertinggi tercatat di Kabupaten Sigi, mencapai VII MMI (Modified Mercalli Intensity) — level yang berarti kerusakan ringan pada bangunan berkualitas buruk.

"Pertama dengan skala intensitas VII MMI di Sigi. Kedua, skala intensitas VI MMI di Palu, Parigi Utara, dan Poso. Ketiga, skala intensitas V MMI di Parigi Moutong, Banawa Selatan," rinci Nelly. Getaran dengan skala IV MMI juga terasa di Sindue, Balaisang, dan Masamba. Hingga berita ini diturunkan, laporan kerusakan fisik akibat gempa masih terus dikumpulkan oleh tim lapangan.

Mekanisme Sesar Normal dan Jangkauan Getaran

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa ini tergolong dangkal dengan mekanisme sesar normal (normal fault). Karakteristik ini membuat getaran terasa lebih kuat di permukaan dan menjalar luas.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault," kata Wijayanto. Getaran tidak hanya melanda Sulawesi Tengah, tetapi juga menjangkau Mamuju (Sulawesi Barat), Pinrang (Sulawesi Selatan), dan Kota Gorontalo. Warga di sejumlah daerah sempat berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa utama, serta memeriksa kondisi rumah sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.

Lembaga tersebut juga mengingatkan potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat di wilayah pesisir diminta waspada terhadap perubahan permukaan air laut secara tiba-tiba, meskipun hingga saat ini belum ada peringatan tsunami.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: berita.liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top