BANDARLAMPUNG — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Lampung melaporkan delapan jamaah haji asal provinsi itu meninggal dunia di tanah suci. Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung Ansori F Citra menyebut dua dari delapan jamaah tersebut wafat sebelum memasuki puncak ibadah haji.
“Ya hingga kini ada delapan jamaah haji yang wafat di tanah suci. Dua di antaranya meninggal dunia sebelum melaksanakan ibadah haji,” kata Ansori di Bandarlampung, Sabtu.
Ansori merinci delapan jamaah yang wafat berasal dari enam kabupaten/kota di Lampung. Dua jamaah asal Pringsewu, dua dari Lampung Utara, serta masing-masing satu orang dari Tanggamus, Mesuji, Tulang Bawang, dan Kota Bandarlampung.
Ia memastikan seluruh jamaah yang wafat tetap mendapatkan hak asuransi. “Mereka yang wafat akan mendapatkan asuransi sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun ini,” ujarnya.
Untuk kelompok terbang (kloter) pertama asal Lampung, Ansori memastikan seluruh jamaah telah kembali ke tanah air dalam kondisi lengkap. Jumlah jamaah dan petugas yang pulang sama persis dengan saat keberangkatan, yakni 439 orang.
“Yang pulang jamaah haji bersama petugas berjumlah 439 sama seperti keberangkatan,” kata dia. Ia menambahkan tidak ada jamaah yang tertinggal karena sakit atau alasan lainnya.
Ansori menilai pelaksanaan haji tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ia membandingkan jumlah jamaah wafat yang turun signifikan dari 19 orang pada 2024 menjadi hanya delapan orang tahun ini.
“Tahun ini pelaksanaan haji jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu yang wafat ada 19 orang. Kemudian mereka yang sakit juga orangnya itu, tidak ada yang keluar masuk rumah sakit,” kata dia.