BANDAR LAMPUNG — Petugas keamanan SMA Perintis 2 Bandar Lampung mendapat kunjungan mendadak dari Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Karang Barat, Selasa (12/5/2026). Kegiatan sambang ini merupakan bagian dari kontrol wilayah rutin yang difokuskan pada pencegahan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di area sekolah.
Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Ono Karyono, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar patroli biasa. Pihaknya ingin memastikan petugas keamanan di sekolah benar-benar siaga terhadap potensi gangguan kamtibmas, terutama yang menyasar kendaraan roda dua milik pelajar dan tenaga pengajar.
Dalam kunjungan tersebut, Bhabinkamtibmas memberikan arahan khusus kepada security sekolah. Mereka diminta meningkatkan pengawasan di titik rawan, terutama lokasi parkir kendaraan yang kerap menjadi sasaran empuk pelaku curanmor.
“Petugas keamanan kami minta lebih peka terhadap orang-orang yang mencurigakan di sekitar area sekolah, khususnya di lokasi parkir kendaraan,” ujar AKP Ono dalam keterangannya, Selasa.
Selain itu, polisi juga mengingatkan agar setiap kendaraan yang terparkir, baik milik siswa maupun guru, dipastikan dalam kondisi terkunci ganda. Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk meminimalisir peluang pelaku beraksi.
AKP Ono menekankan pentingnya respons cepat jika menemukan aktivitas mencurigakan. Masyarakat, termasuk petugas keamanan sekolah, diminta tidak ragu melapor melalui Call Center 110.
“Jika menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas atau tindak pidana, segera laporkan melalui Call Center 110 agar petugas bisa cepat melakukan penanganan,” jelasnya.
Menurut Kapolsek, sinergi antara kepolisian, petugas keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga situasi tetap kondusif. Ia berharap peran aktif semua pihak bisa mencegah potensi tindak kriminalitas sejak dini.
Lingkungan sekolah kerap menjadi target pencurian kendaraan karena tingginya aktivitas parkir dalam durasi panjang. Pelaku biasanya memanfaatkan kelengahan petugas atau minimnya sistem pengamanan di area parkir.
Kunjungan Bhabinkamtibmas ke SMA Perintis 2 ini menjadi pengingat bahwa pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan polisi. Security dan pihak sekolah harus menjadi mata dan telinga pertama di lingkungan masing-masing.