Apple Ajukan Klaim Pengembalian Tarif, akan Reinvestasi di Manufaktur AS

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 17:36:50 WIB
CEO Apple Tim Cook mengumumkan pengajuan klaim pengembalian tarif bea cukai AS yang baru dibatalkan Mahkamah Agung.

CEO Apple Tim Cook mengumumkan pada panggilan hasil keuangan kuartal kedua 2026 bahwa perusahaan sedang mengikuti "proses yang telah ditetapkan" untuk mengajukan klaim pengembalian dana atas bea cukai yang dibayarkan berdasarkan kebijakan tarif Donald Trump tahun lalu yang baru-baru ini dibatalkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Keputusan Mahkamah Agung Membatalkan Tarif

Dalam putusan 6-3, Mahkamah Agung menentukan bahwa International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tidak memberikan wewenang kepada presiden untuk menerapkan tarif yang begitu luas. Keputusan tersebut secara efektif membatalkan kebijakan dan membuka peluang bagi perusahaan untuk menuntut pengembalian dana yang telah mereka bayarkan.

Total bea cukai yang dikumpulkan dalam kerangka kerja tersebut diperkirakan mencapai sekitar $166 miliar (setara dengan Rp 2.700 triliun). Angka ini menunjukkan dampak signifikan kebijakan tarif terhadap berbagai industri, termasuk sektor teknologi yang menjadi tulang punggung ekspor Indonesia dan negara-negara ASEAN lain.

Apple Berkomitmen Reinvestasi di AS

Meskipun Cook tidak mengungkapkan jumlah spesifik yang diharapkan Apple untuk pulihkan, dia mengkonfirmasi perusahaan telah merencanakan penggunaan dana tersebut dengan strategis.

"Kami berencana menginvestasikan kembali setiap rupiah yang kami terima ke dalam inovasi dan manufaktur lanjutan di Amerika Serikat. Ini akan menjadi investasi baru dan dilakukan sebagai tambahan dari komitmen kami sebelumnya di negara tersebut," ujar Cook.

Komitmen Apple ini sejalan dengan program American Manufacturing Program (AMP) yang diumumkan tahun lalu. Program ini mengkonsolidasikan rencana investasi baru dan yang sudah ada dalam bentuk komitmen $600 miliar selama empat tahun untuk manufaktur dan inovasi di Amerika Serikat.

Ekspansi Program Manufaktur Apple

Sejak peluncurannya, Apple telah memperluas inisiatif AMP dengan menambahkan mitra-mitra baru. Bulan lalu, perusahaan mengumumkan penambahan partner seperti Bosch, Cirrus Logic, TDK, dan Qnity Electronics. Ekspansi ini menunjukkan ambisi Apple untuk memperkuat ekosistem manufaktur domestik Amerika.

Langkah Apple untuk mengajukan klaim pengembalian tarif ini menarik perhatian khusus mengingat pernyataan Trump beberapa hari sebelumnya. Mantan presiden mengatakan dia akan "mengingat" perusahaan yang memilih tidak mengajukan pengembalian, sementara secara bersamaan mengkritik mereka yang melakukan klaim.

Namun demikian, perusahaan di berbagai industri kini aktif mencari pengembalian dana atas bea yang dikumpulkan dalam kerangka kebijakan tarif tersebut.

Kinerja Finansial Solid di Q2 2026

Pengumuman reinvestasi tarif ini disampaikan di penghujung sesi tanya jawab panggilan hasil keuangan kuartal kedua 2026. Pada periode tersebut, Apple melaporkan pendapatan $111,2 miliar, peningkatan 17 persen dibandingkan tahun lalu. Performa finansial yang solid ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk mewujudkan komitmen investasinya.

Perusahaan juga memperingatkan bahwa kelangkaan desktop Mac diperkirakan akan bertahan selama beberapa bulan ke depan, mencerminkan tantangan rantai pasokan yang masih dihadapi industri teknologi global.

Reporter: Redaksi
Back to top