Jangkau 1.285 Siswa, Program Makan Bergizi Gratis Resmi Diluncurkan di Mandah Lampung Selatan

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 15 Februari 2026 | 09:52:03 WIB
Program Makan Bergizi Gratis resmi diluncurkan di Mandah, Lampung Selatan, menjangkau 1.285 siswa.

NATAR – Upaya penguatan gizi anak sekolah sebagai investasi sumber daya manusia unggul terus masif dilakukan di Kabupaten Lampung Selatan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karya Mulya Sari 5, Desa Mandah, resmi memulai pendistribusian perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau ribuan penerima manfaat di wilayah Kecamatan Natar.

Peluncuran program ini dikawal ketat oleh jajaran Polsek Natar dan Dokkes Polres Lampung Selatan guna memastikan standar keamanan pangan (food security) dan ketepatan distribusi bagi para siswa.

Sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah, tim kesehatan dari Dokkes Polres Lampung Selatan melakukan uji sampel menyeluruh pada pukul 07.00 WIB. Langkah preventif ini dilakukan untuk menjamin seluruh menu yang disajikan memenuhi standar higienitas dan aman dikonsumsi.

Sebaran Penerima Manfaat MBG SPPG Mandah

Pada hari pertama peluncurannya, sebanyak 1.285 paket makanan disalurkan ke berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah kejuruan:

Nama Satuan PendidikanJumlah Penerima Manfaat
SMK Negeri Natar344 Siswa
SDN Mandah273 Siswa
KB Sehati139 Siswa
SDN Rulung Sari112 Siswa
TK Al-Huda57 Siswa

Menu yang disiapkan oleh tim ahli gizi dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian siswa. Paket makanan hari ini terdiri dari:

Karbohidrat: Nasi daun jeruk.

Protein: Lele crispy dan tahu goreng.

Serat: Sayur sawi putih dikombinasikan dengan jagung.

Vitamin: Buah jeruk segar.

Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Lampung Selatan, Ny. Emi Toni Kasmiri, turun langsung memantau proses distribusi di sekolah-sekolah. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang generasi masa depan.

“Kami memastikan makanan yang diberikan aman, bergizi, dan benar-benar diterima oleh para siswa. Ini adalah langkah konkret dalam menjaga kesehatan anak-anak kita,” ungkapnya.

Meski berjalan lancar, pihak kepolisian dan pengelola SPPG mencatat tantangan berupa jarak tempuh yang jauh serta kondisi infrastruktur jalan yang rusak. Sebagai solusi, peran Bhabinkamtibmas akan semakin dioptimalkan dalam pendampingan distribusi guna meminimalkan potensi keterlambatan di masa mendatang.

Reporter: Redaksi
Back to top