Tradisi Nyeruit: Menikmati Harmoni Pedas dan Kebersamaan di Bumi Ruwa Jurai

Penulis: Muhammd Nizar  •  Minggu, 08 Februari 2026 | 10:54:02 WIB
Seruit, hidangan tradisional Lampung yang menggabungkan ikan bakar dan sambal terasi pedas.

Lampung, provinsi di ujung selatan Pulau Sumatra, bukan hanya terkenal dengan keindahan Taman Nasional Way Kambas atau pesona pantainya yang menawan. Di balik semua itu, Lampung juga menyimpan permata kuliner yang mampu mengguncang lidah: Seruit. Hidangan ini adalah perwujudan sejati dari semangat dan cita rasa masyarakat Lampung yang berani, di mana kelezatan ikan bakar bertemu dengan ledakan pedas dari sambal terasi khas yang tak ada duanya. Seruit bukan sekadar makanan, melainkan pengalaman bersantap komunal yang merayakan kekayaan rempah dan hasil laut Bumi Ruwa Jurai.


Apa Itu Seruit? Perpaduan Sempurna Ikan Bakar dan Sambal Buah

Secara sederhana, Seruit adalah hidangan tradisional Lampung yang terdiri dari ikan bakar sebagai bahan utama, disajikan dengan sambal terasi yang diracik istimewa dengan tambahan irisan buah-buahan asam seperti mangga muda atau kedondong, bahkan tempoyak (fermentasi durian). Tidak hanya itu, seruit juga biasanya dilengkapi dengan lalapan segar seperti daun kemangi, terong bulat, atau petai.

Ciri khas seruit terletak pada cara penyajian dan pengalaman makannya. Hidangan ini umumnya dinikmati secara komunal, di mana setiap anggota keluarga atau teman berkumpul, menyantap seruit langsung dengan tangan, dan berbagi lauk pauk yang tersaji di atas nampan besar. Ini mencerminkan filosofi kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat dalam masyarakat Lampung.


Filosofi Nama: "Sedu" dan "Ruit" dalam Setiap Suapan

Nama "Seruit" sendiri memiliki makna yang mendalam dan berhubungan erat dengan cara penyajiannya. Kata ini berasal dari dua kata bahasa Lampung, yaitu "sedu" yang berarti "sendok" atau "menyuap dengan tangan", dan "ruit" yang berarti "gerakan mengaduk" atau "mengumpulkan".

Jadi, "Seruit" secara harfiah dapat diartikan sebagai "mengaduk dan menyuap bersama-sama". Hal ini menggambarkan tradisi makan bersama-sama dari satu wadah besar, di mana setiap orang menyeruit (mengaduk dan mengambil) ikan dan sambal dengan tangan mereka, mencampur baurkan rasa pedas, gurih, dan asam dalam setiap suapan. Ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang interaksi, kehangatan, dan kebersamaan di meja makan.


Jenis-Jenis Seruit: Ragam Ikan dan Sentuhan Sambal Khas

Meskipun konsepnya sederhana, seruit memiliki variasi yang menarik, terutama pada jenis ikan dan komponen sambalnya:

Seruit Ikan Tamban: Ini adalah jenis seruit yang paling otentik dan umum ditemukan. Ikan tamban adalah ikan laut kecil yang melimpah di perairan Lampung. Dagingnya yang gurih dan teksturnya yang lembut setelah dibakar sangat cocok dipadukan dengan pedasnya sambal.

Seruit Ikan Peda: Menggunakan ikan peda, yaitu ikan kembung yang diasinkan. Rasa asin dari ikan peda memberikan dimensi rasa yang lebih kompleks dan gurih saat dibakar, berpadu apik dengan sambal.

Seruit Ikan Baung: Jika Anda mencari seruit dengan ikan air tawar, ikan baung adalah pilihan yang tepat. Daging ikan baung yang tebal dan sedikit berminyak sangat nikmat dibakar dan disiram sambal.

Variasi Sambal:

Sambal Mangga Muda: Memberikan rasa asam segar yang dominan, sangat cocok untuk menyeimbangkan pedasnya cabai dan gurihnya terasi.

Sambal Kedondong: Serupa dengan mangga, kedondong juga menyumbangkan rasa asam yang unik dan tekstur renyah pada sambal.

Sambal Tempoyak: Varian yang lebih ekstrem, menggunakan fermentasi durian. Tempoyak memberikan rasa asam yang lebih kompleks dan aroma durian yang khas, cocok bagi mereka yang menyukai tantangan rasa.


Cara Pembuatan: Seni Membakar dan Mengulek yang Khas

Pembuatan seruit terbilang sederhana namun memerlukan keahlian dan kesegaran bahan.

Membakar Ikan: Ikan segar yang sudah dibersihkan dibumbui dengan garam dan sedikit kunyit, lalu dibakar di atas bara arang hingga matang sempurna dan sedikit gosong di beberapa bagian. Aroma asap dari pembakaran ini menjadi ciri khas yang tak tergantikan.

Mengulek Sambal: Ini adalah bintang utamanya. Cabai rawit merah dan hijau, bawang merah, bawang putih, tomat, dan terasi bakar diulek hingga halus. Setelah itu, barulah ditambahkan irisan mangga muda, kedondong, atau tempoyak, lalu diulek kasar agar tekstur buahnya masih terasa. Terkadang, sedikit perasan jeruk limau ditambahkan untuk aroma yang lebih segar.

Lalapan Segar: Sayuran seperti kemangi, terong bulat, jengkol, atau petai segar dicuci bersih dan disajikan mentah sebagai pendamping.

Setelah semua komponen siap, ikan bakar disajikan di atas piring besar atau nampan, disiram dengan sambal racikan istimewa, dan dikelilingi oleh aneka lalapan segar.


Cita Rasa: Ledakan Gurih, Pedas, dan Asam yang Membangkitkan Selera

Satu suapan seruit akan membawa Anda pada perjalanan rasa yang luar biasa:

Gurih Ikan Bakar: Aroma asap yang menyelimuti daging ikan bakar yang empuk dan gurih menjadi fondasi rasa.

Pedas Sambal: Sensasi pedas dari cabai rawit yang diulek segar akan langsung menggebrak lidah, membuat Anda ingin terus menyuap.

Asam Segar Buah: Rasa asam dari mangga muda atau kedondong memberikan counterbalance yang sempurna untuk pedasnya cabai. Asam ini tidak hanya menyeimbangkan, tetapi juga membersihkan langit-langit mulut dan membuat hidangan terasa lebih ringan dan tidak enek.

Aroma Terasi Khas: Terasi bakar memberikan umami dan aroma yang khas, melengkapi kekayaan rasa sambal.

Kombinasi ini menciptakan harmoni rasa yang kompleks namun sangat adiktif, membuat Anda ingin terus menikmati setiap suapan, bahkan ketika rasa pedasnya mulai menantang.


Rekomendasi Tempat Makan Seruit di Lampung

Jika Anda berada di Bandar Lampung, jangan lewatkan untuk mencicipi seruit otentik di beberapa tempat berikut:

Nama TempatKeunggulanEstimasi Harga per Porsi
Warung Mak UnangTerkenal dengan seruit ikan tamban dan sambal mangganya yang nendang.Rp 20.000 - Rp 40.000
Seruit Khas Lampung Mbak YaniPilihan ikan yang beragam dan variasi sambal yang bisa dipilih.Rp 18.000 - Rp 35.000
RM Lampung AsliMenawarkan suasana makan yang nyaman dan menu khas Lampung lainnya.Rp 25.000 - Rp 50.000

Harga dapat bervariasi tergantung jenis ikan dan ukuran porsi.


Tips Makan Seruit: Siapkan Mental Pedas!

Seruit adalah hidangan yang jujur dan berani, oleh karena itu ada beberapa tips agar Anda bisa menikmatinya dengan maksimal:

Siapkan Mental Pedas: Ini adalah aturan utama! Jika Anda tidak terbiasa makan pedas, mintalah sambal dengan level cabai yang lebih ringan (jika memungkinkan), atau siapkan minuman dingin di samping Anda.

Makan dengan Nasi Hangat: Nasi putih hangat adalah penawar rasa pedas yang paling efektif dan pasangan sempurna untuk gurihnya ikan bakar.

Jangan Lupakan Lalapan: Lalapan segar tidak hanya menambah nutrisi, tetapi juga membantu menetralkan rasa pedas dan memberikan sensasi crunchy yang menyegarkan.

Nikmati Bersama-sama: Coba makan seruit dengan gaya komunal. Bagikan dengan teman atau keluarga, ambil ikan dan sambal langsung dengan tangan. Pengalaman ini akan jauh lebih menyenangkan dan otentik.

Cicipi Semua Variasi: Jika Anda suka bertualang rasa, coba variasi sambal mangga, kedondong, dan tempoyak untuk menemukan favorit Anda.

Seruit adalah representasi sejati dari kekayaan kuliner Lampung yang berani dan otentik. Ia bukan hanya sekadar makanan, melainkan pengalaman yang merayakan kebersamaan, keberanian rasa, dan kekayaan alam Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi mahakarya pedas nan nikmat ini!

Reporter: Muhammd Nizar
Back to top