BANDAR LAMPUNG — Dr. Laila Maharani, Dosen UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL), menilai Muktamar ke-35 NU bukan sekadar forum organisasi rutin. Baginya, ajang ini adalah titik tolak untuk merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan sosial yang bergerak cepat.
Menurutnya, tradisi yang selama ini dijaga NU tidak boleh berhenti sebagai warisan masa lalu. Tradisi harus menjadi fondasi karakter organisasi sekaligus modal untuk merespons kebutuhan masyarakat kontemporer.
Kebersamaan Kunci Menghadapi Perubahan Sosial
Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan norma sosial, Laila mengingatkan bahwa kebersamaan antarelemen NU menjadi modal utama. Ukhuwah yang kokoh, kata dia, akan memperkuat gerak langkah organisasi dalam menjalankan pengabdiannya.
“Mari kita bersama-sama menjaga tradisi, memperkuat ukhuwah, dan menyongsong masa depan NU dengan semangat kebersamaan,” ujar Laila dalam keterangannya, Kamis (6/2).
Ia menegaskan bahwa muktamar kali ini harus menjadi ruang untuk merekatkan kembali semangat kolektif tersebut, bukan hanya ajang seremonial tahunan.
Media Lokal dan Profesionalitas di Era Digital
Perhatian khusus juga disampaikan Laila terhadap peran media dalam menyebarluaskan informasi ke-NU-an. Ia menilai media memiliki posisi penting sebagai jembatan antara organisasi dan publik.
“Saya juga memberikan dukungan penuh kepada NU Media Jati Agung yang terus berupaya menghadirkan informasi dan pemberitaan seputar NU kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Laila, media NU di tingkat lokal seperti NU Media Jati Agung memiliki peran vital karena mampu merekam aktivitas organisasi dari dekat. Dokumentasi perjalanan dari tingkat ranting hingga wilayah menjadi catatan sejarah yang berharga.
Ia berharap media tersebut terus menjaga profesionalitas di tengah membanjirnya informasi digital. Pemberitaan yang akurat dan berimbang dinilai mampu membantu masyarakat memahami kiprah NU secara utuh.
Harapan untuk Kemaslahatan Umat
Laila berharap seluruh keputusan yang lahir dari Muktamar ke-35 NU membawa manfaat nyata bagi warga. Ia menekankan pentingnya hasil muktamar yang tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga terasa dampaknya di lapangan.
“Semoga Muktamar Ke-35 NU menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, memperkokoh khidmah, serta menghadirkan keputusan terbaik bagi kemajuan Nahdlatul Ulama dan kemaslahatan umat,” kata Laila.
Ia menutup pesannya dengan ajakan untuk menyongsong masa depan organisasi dengan semangat baru, sembari tetap berpijak pada tradisi yang telah dirawat para pendahulu.