Pencarian

Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Gempa M 7,7 di Pelabuhan Maumere, Satu Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 09:09:31 WIB
Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Gempa M 7,7 di Pelabuhan Maumere, Satu Warga Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Pelabuhan Lauren Say, Maumere, Nusa Tenggara Timur.

LAMPUNG — Guncangan gempa yang berpusat di kedalaman 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, ini memicu peringatan tsunami dan mendorong warga di sejumlah wilayah pesisir meninggalkan rumah. Kerusakan bangunan terlihat di Ruteng, Manggarai, dan warga Desa Talibura, Sikka, mengungsi ke tempat aman. Pasien serta petugas medis Puskesmas Watubaing juga dievakuasi menyusul guncangan kuat tersebut.

Korban Jiwa dan Luka-Luka di Pelabuhan Lauren Say

Peristiwa di Pelabuhan Lauren Say menjadi titik paling memakan korban. Bangunan yang roboh menimpa tiga orang yang tengah berada di lokasi. Meliana Nenong meninggal dunia, sementara dua korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Otoritas terkait terus memantau kondisi wilayah dan menangani dampak gempa. Pendataan korban dilakukan secara bertahap di tengah upaya evakuasi yang masih berlangsung di sejumlah titik terdampak.

Peringatan Tsunami dan Respons Warga

Kekuatan gempa yang signifikan membuat otoritas langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami. Warga di daerah pesisir, termasuk di Sikka, bergegas mencari tempat yang lebih tinggi. Proses evakuasi berlangsung cepat, terutama di permukiman dekat pantai.

Di Ruteng, Manggarai, laporan awal menyebutkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat guncangan. Belum ada data resmi mengenai jumlah total kerusakan, tetapi tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk menjangkau daerah-daerah terdampak.

Koordinasi Penanganan Bencana

Tim SAR gabungan memprioritaskan pencarian korban yang mungkin masih tertimbun reruntuhan di Pelabuhan Lauren Say. Peralatan berat mulai didatangkan untuk mempercepat proses evakuasi bangunan yang roboh.

Pusat pengendalian operasi didirikan di lokasi untuk memastikan koordinasi antara pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait. Warga yang mengungsi diharapkan tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

Data sementara menunjukkan guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah kabupaten di Pulau Flores. Pemerintah daerah setempat masih mengumpulkan laporan kerusakan dari kecamatan-kecamatan yang sulit dijangkau akibat terputusnya akses jalan.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks