BANDARLAMPUNG — Kabupaten Lampung Tengah memimpin penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Lampung sepanjang semester I 2026. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Lampung mencatat realisasi penyaluran di kabupaten tersebut menembus Rp1,3 triliun.
Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Lampung Purwadhi Adhiputranto menyampaikan, program KUR ini diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang produktif namun belum bankable atau belum tersentuh layanan perbankan.
Lima Daerah dengan Penyaluran KUR Tertinggi di Lampung
Selain Lampung Tengah, terdapat lima daerah lain yang mencatatkan realisasi KUR signifikan. Berikut rinciannya:
- Kabupaten Lampung Timur: Rp827 miliar
- Kabupaten Lampung Selatan: Rp604 miliar
- Kabupaten Way Kanan: Rp505 miliar
- Kota Bandarlampung: Rp427 miliar
Penyaluran KUR di wilayah-wilayah tersebut dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari KUR Supermikro, KUR Kecil, KUR Mikro, KUR Klaster, hingga KUR khusus Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Sektor Pertanian Mendominasi Serapan KUR
Dari sisi sektor usaha, pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penyerap KUR terbesar dengan total penyaluran mencapai Rp3,23 triliun. Sektor perdagangan besar dan eceran menyusul di posisi kedua dengan realisasi Rp1,26 triliun.
Dominasi sektor pertanian ini sejalan dengan karakteristik ekonomi Lampung yang agraris. Para petani dan pelaku usaha di sektor hulu memanfaatkan KUR untuk modal tanam, pengadaan alat, hingga pengembangan usaha.
BRI Kuasai 72 Persen Pangsa Penyaluran
Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih menjadi penyalur KUR terbesar di Lampung dengan porsi 72,65 persen. Disusul Bank Mandiri sebesar 17,51 persen, BPD Lampung 4,98 persen, dan Bank Syariah Indonesia 3,59 persen.
Realisasi total penyaluran KUR Lampung pada semester I 2026 mencapai Rp5,3 triliun, atau setara 50,18 persen dari target Rp10,62 triliun. Adapun jumlah debitur tercatat sebanyak 89.798 orang, atau 86,87 persen dari target 103.361 debitur.
Skema Mikro Mendominasi, PMI Mulai Terjangkau
Berdasarkan skema, KUR Mikro mendominasi dengan 84.960 debitur dan penyaluran Rp4,24 triliun. KUR Kecil mencatatkan Rp1,08 triliun untuk 4.627 debitur, KUR Supermikro Rp1,70 miliar untuk 182 debitur, dan KUR PMI Rp93 juta untuk 29 debitur.
Masuknya skema KUR PMI dalam realisasi ini menunjukkan perluasan akses pembiayaan bagi pekerja migran asal Lampung yang ingin memulai atau mengembangkan usaha setelah kembali ke daerah asal.