Pencarian

Beelink SER10 Max Review: Mini PC Dual Boot Windows-Ubuntu dengan AI Lokal, Sebanding Harga Rp 29 Juta?

Jumat, 07 Agustus 2026 • 05:23:31 WIB
Beelink SER10 Max Review: Mini PC Dual Boot Windows-Ubuntu dengan AI Lokal, Sebanding Harga Rp 29 Juta?
Beelink SER10 Max dihadirkan dengan konfigurasi dual boot Windows 11 Pro dan Ubuntu, serta model AI lokal Qwen 3.5-9B yang tertanam di penyimpanan.

LAMPUNG — Beelink SER10 Max hadir dengan pendekatan berbeda di segmen mini PC. Alih-alih hanya mengandalkan Windows, perangkat ini menawarkan dual boot antara Windows 11 Pro dan Ubuntu, lengkap dengan platform OpenClaw serta model bahasa besar (LLM) Qwen 3.5-9B yang sudah tertanam di penyimpanan. Dengan banderol USD 1.649 (sekitar Rp 27,2 juta) untuk konfigurasi 64GB/2TB, mini PC ini menyasar pengguna yang ingin bereksperimen dengan AI lokal tanpa perlu merakit sistem sendiri.

Spesifikasi Utama Beelink SER10 Max

  • Prosesor: AMD Ryzen AI 9 HX 470 (12-core/24-thread, refresh dari seri Hawk Point dengan peningkatan 100Hz dan 55 AI TOPS)
  • Memori: 64GB DDR5-5600 (2x32GB, dual-channel, maksimal bandwidth 89,6 GB/s)
  • Grafis: AMD Radeon 890M terintegrasi (RDNA 3.5, 16 CU, hingga 3,1 GHz)
  • Penyimpanan: 2TB SSD NVMe M.2 2280 (dua slot, masing-masing untuk Windows dan Ubuntu)
  • Konektivitas: Ethernet 10Gbps, Wi-Fi 6 Intel AX200, Bluetooth 5.2
  • Port: USB4 Type-C, HDMI 2.1, DisplayPort 1.4, USB 3.2 Type-A/C, jack audio 3,5mm
  • Dimensi: 134,9 x 134,9 x 44,7 mm, bodi aluminium anodized merah (varian OpenClaw) atau silver

Dual Boot yang Perlu Kesabaran Ekstra

Fitur utama SER10 Max justru menjadi catatan terlemahnya. Perpindahan antara Windows dan Ubuntu tidak dilakukan lewat menu boot loader. Pengguna harus masuk ke BIOS terlebih dahulu untuk memilih drive mana yang akan dijalankan. Ini bukan masalah besar, tapi merepotkan jika kamu sering berpindah sistem operasi.

Masalah lain muncul pada driver jaringan. Chip Wi-Fi tidak terdeteksi di Ubuntu sampai pengguna pertama kali mem-boot Windows, melakukan setup, lalu restart. Pengujian berulang menunjukkan bahwa instalasi ulang driver di Ubuntu tidak menyelesaikan masalah ini. Ini adalah kendala yang tidak disebutkan dalam materi pemasaran Beelink.

Performa: Tangguh untuk Produktivitas, Biasa Saja untuk Gaming Berat

Dalam pengujian sintetis, SER10 Max berada di posisi tengah di antara mini PC sekelasnya. Skor single-thread Geekbench 6 sedikit di atas Arctic Senza AI 370, namun kalah dari MSI Cubi AI+ 3MG NUC dan GMKtec EVO-T2. Untuk tugas sehari-hari seperti editing video ringan di CapCut, perangkat ini bekerja mulus tanpa penundaan berarti.

Sayangnya, batas bandwidth memori 89,6 GB/s—jauh di bawah Strix Halo yang mencapai 256 GB/s—menjadi pembatas utama. Di Cyberpunk 2077 dengan pengaturan Steam Deck 1080p, rata-rata frame rate mencapai 51 FPS dengan 1% low 42 FPS. Angka ini turun drastis ke 30 FPS pada pengaturan High tanpa upscaler. Game 2D seperti Hollow Knight: Silksong berjalan mulus di 100 FPS pada 4K, tapi judul 3D berat akan memaksa kamu menurunkan banyak pengaturan grafis.

AI Lokal: Jalan Tengah yang Terbatas

OpenClaw yang sudah terpasang memudahkan pemula menjalankan asisten AI lokal. Panduan dari Beelink cukup jelas, dan dalam 10 menit, model Qwen 3.5-9B dapat diakses lewat Telegram. Namun, kecepatan inferensi hanya 11,4 token per detik—terbilang lambat. Sebuah kueri 1.350 token membutuhkan waktu sekitar dua menit untuk selesai. Untuk pengguna yang serius mengembangkan AI, sistem dengan bandwidth memori lebih besar seperti AMD Strix Halo atau Nvidia DGX Spark adalah pilihan yang lebih masuk akal.

Harga dan Varian di Pasar

Beelink menawarkan SER10 Max dalam beberapa konfigurasi. Varian Windows 11 Pro dengan RAM 32GB/1TB dibanderol USD 1.299 (sekitar Rp 21,4 juta), sementara versi 64GB/1TB dihargai USD 1.599 (sekitar Rp 26,4 juta). Model OpenClaw dengan Ubuntu dan bodi merah mulai dari USD 1.339 untuk 32GB/1TB. Konfigurasi tertinggi 96GB/2TB mencapai USD 2.199 (sekitar Rp 36,3 juta). Sebagai perbandingan, MINISFORUM AI X1 Pro-470 dengan spesifikasi 64GB/1TB dijual USD 1.639, sedikit lebih mahal dari varian setara milik Beelink.

Kesimpulan: Bukan untuk Semua Orang

SER10 Max adalah desktop yang senyap, solid, dan mampu menangani tugas produktivitas berat dengan baik. Desain aluminium merahnya juga menarik, meski power brick eksternal memakan ruang tambahan. Namun, positioning-nya sebagai "AI-ready" terasa dipaksakan. Untuk sekadar menjalankan model kecil dan tugas ringan, perangkat ini berfungsi. Untuk kebutuhan AI serius, kamu akan kecewa.

Jika kamu butuh mini PC serba bisa untuk kerja harian dan sesekali gaming ringan, SER10 Max adalah pilihan tepat. Tapi jika alasan utama membeli adalah OpenClaw dan AI lokal, pertimbangkan kembali—atau siapkan strategi hybrid dengan API cloud untuk tugas yang lebih berat.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks