BANDAR LAMPUNG — Temuan ini menambah daftar pekerjaan rumah penyidik Polsek Tanjung Senang. Selain memastikan penyebab api, polisi kini juga harus membongkar asal-usul solar yang menempel di rangka kendaraan, sekaligus melacak pemilik Grand Max yang hangus tersebut.
Kapolsek Tanjung Senang, Iptu Edy Sabhara Purba, mengatakan kendaraan tersebut telah diamankan di Mapolsek untuk penyelidikan lebih lanjut. Proses identifikasi tidak bisa berjalan cepat karena sebagian besar komponen kendaraan luluh dilalap api.
Tim Inafis Kesulitan Mencocokkan Nomor Rangka
"Mobilnya sudah diamankan di Polsek. Saat ini masih kita dalami siapa yang membawa dan pemilik mobil tersebut, karena saat kejadian sopirnya sudah tidak ada di lokasi," kata Edy saat dihubungi Kompas.com, Jumat (31/7/2026).
Tim Inafis Polresta Bandar Lampung masih bekerja mencocokkan nomor rangka dan bagian kendaraan lain yang tersisa. Kondisi kendaraan yang hangus membuat proses identifikasi tidak bisa dilakukan secara cepat.
Solar di Rangka Kendaraan: Indikasi Penimbunan BBM?
Edy mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sisa bahan bakar jenis solar pada rangka kendaraan yang terbakar. Pihaknya masih mendalami apakah solar tersebut berkaitan dengan aktivitas penimbunan atau penyalahgunaan BBM.
"Selain rangka kendaraan, untuk BBM-nya ada bekas solar. Ya, sudah dipastikan solar. Untuk identitas dari plat kendaraannya masih dilakukan pendalaman dan sedang diidentifikasi oleh Tim Inafis Polresta Bandar Lampung," ujarnya.
Temuan ini memicu spekulasi di masyarakat. Sebelumnya, video kebakaran mobil tersebut viral di media sosial dan disertai narasi bahwa kendaraan itu diduga digunakan untuk mengangkut BBM hasil pengecoran.
Dugaan Korsleting dan Imbauan di Tengah Kelangkaan Solar
Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran. Sebelumnya, petugas pemadam kebakaran menduga api berasal dari korsleting pada sistem pengapian yang kemudian menyambar bahan bakar dan membuat api cepat membesar.
Di tengah kelangkaan BBM jenis solar yang masih dikeluhkan masyarakat, Edy mengingatkan agar warga tidak melakukan penyimpangan, termasuk praktik penimbunan maupun pengecoran yang dapat memperparah distribusi bahan bakar.
"Himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan penyimpangan, sebab saat ini BBM jenis solar cukup langka hingga membuat banyak pengendara mengantri. Jangan sampai terjadi kelangkaan BBM," kata dia.
Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap identitas pemilik kendaraan sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, bangkai mobil Grand Max bernomor polisi BE 8047 AMI itu masih berada di Mapolsek Tanjung Senang sebagai barang bukti.