JATI AGUNG — Pemerintah Provinsi Lampung melalui DLH Lampung memastikan percepatan penanganan sampah berbasis teknologi modern berjalan presisi, transparan, dan berwawasan lingkungan. Peninjauan lapangan melibatkan Bappeda, BPKAD, Dinas BMBK, Dinas PKPCK, Dinas PSDA, BBWS Mesuji Sekampung, PT Sucofindo, PT Arkonin, serta Konsorsium.
Hasil peninjauan mencatat ketinggian jalan eksisting di lapangan berada 80 cm di atas estimasi peil banjir. Kajian teknis mitigasi banjir dengan proyeksi 50 tahun oleh PT Sucofindo dan PT Arkonin ditargetkan tuntas 26 Oktober 2026.
Pematangan lahan tahap awal bersumber dari alokasi anggaran Dinas PKPCK Lampung dan mencakup area seluas 4 hektare. Untuk menuntaskan target keseluruhan 8 hektare, pembahasan alokasi tahun anggaran 2027 serta skema pembiayaan alternatif bersama Danantar, PT Arkonin, dan Konsorsium terus dipacu.
Proyeksi kebutuhan air operasional PSEL mencapai 2.658 meter kubik per hari dan akan dikaji neraca airnya bersama. Dinas PSDA juga menginventarisasi potensi pasokan air PDAM koridor Soekarno-Hatta sebesar 8,68 liter per detik.
Sinkronisasi dan penyesuaian patok pengukuran teknis dilakukan bersama oleh PT Arkonin, PT Sucofindo, Dinas BMBK Lampung, dan Dinas PKPCK Lampung. Posisi akhir jalan akses juga telah disepakati sesuai perencanaan teknis Dinas BMBK Lampung.
DLH Lampung berkomitmen mengawal setiap tahapan PSEL Lampung Raya agar tepat teknis dan taat aturan. Proyek ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi pengelolaan lingkungan hidup serta kesejahteraan masyarakat Lampung.