LAMPUNG — PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menetapkan dividen interim Rp 1,42 per saham dari laba bersih tahun berjalan per 30 Juni 2026, dengan jadwal pembayaran 22 Oktober 2026. Entitas milik konglomerat Prajogo Pangestu ini membukukan pendapatan US$ 82,15 juta pada semester I 2026, naik 22,84% secara tahunan, meski laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk anjlok 74,52% menjadi US$ 17,29 juta.
Anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) itu mencatatkan pertumbuhan top line yang solid di paruh pertama tahun ini. Pendapatan CDIA naik menjadi US$ 82,15 juta dari US$ 66,87 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan pendapatan ditopang oleh segmen penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan lainnya yang mencapai US$ 46,40 juta, disusul jasa sewa kapal US$ 26,13 juta, serta penjualan bahan bakar US$ 5,41 juta.
Selain tiga lini utama tersebut, perseroan juga mencatat pendapatan dari sewa tangki dan dermaga sebesar US$ 2,51 juta, sewa gudang US$ 822.596, dan jasa lainnya US$ 884.460.
Di sisi beban, beban pokok pendapatan CDIA melesat 30,86% secara tahunan menjadi US$ 62,51 juta. Tekanan biaya ini membuat laba kotor hanya tumbuh tipis 2,80% menjadi US$ 19,64 juta.
Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat US$ 17,29 juta, turun 74,52% dibanding capaian semester I 2025. Penurunan tajam ini terjadi meski pendapatan perseroan masih tumbuh dua digit.
Per 30 Juni 2026, total aset CDIA mencapai US$ 1,93 miliar, tumbuh 10,87% dibanding posisi akhir 2025. Struktur aset tersebut terdiri dari liabilitas US$ 826,28 juta dan ekuitas US$ 1,11 miliar.
Dividen interim Rp 1,42 per saham ini berasal dari laba bersih tahun berjalan per 30 Juni 2026. Pembayaran dijadwalkan pada 22 Oktober 2026.
Bagi investor, keputusan pembagian dividen interim di tengah penurunan laba bersih menjadi sinyal tersendiri. Perseroan tetap memilih mengembalikan sebagian kas kepada pemegang saham meski profitabilitas semester I tertekan.
CDIA merupakan entitas yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu dan berada di bawah naungan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Lini bisnisnya mencakup penyediaan daya listrik, jasa kelistrikan, sewa kapal, hingga sewa tangki dan dermaga.