BANDAR LAMPUNG — Wahrul Fauzi Silalahi, calon ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, menyatakan organisasi yang dipimpinnya nanti akan fokus pada penguatan karakter dan kapasitas pemuda. Ia menargetkan Temu Karya 2026 menjadi momentum konsolidasi untuk melahirkan kader-kader yang berjiwa kesatria dan berpengetahuan.
Wahrul yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Gerindra ini menekankan bahwa semangat gotong royong harus menjadi identitas utama pemuda Lampung. Menurutnya, organisasi ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Wahrul mengungkapkan pihaknya telah merumuskan sejumlah program kerja yang bersifat berkelanjutan. Beberapa di antaranya adalah peningkatan kapasitas pemuda, penguatan karakter, hingga advokasi di tingkat basis atau akar rumput.
“Kita sudah coba merumuskan beberapa program kerja seperti peningkatan kapasitas, penguatan karater hingga melakukan advokasi ditingkat basis,” ujarnya.
Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pemuda yang tidak hanya sekadar aktif berorganisasi, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Ke depan, Karang Taruna diharapkan menjadi pilihan utama bagi pemuda untuk mengabdi kepada rakyat luas. Wahrul menegaskan bahwa organisasi ini akan terlibat aktif dalam berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Jadi karang taruna akan mencoba terlibat dalam persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat, sehingga dapat menjadi pilihan bagi rakyat untuk mencari jalan keluar,” harapnya.
Wahrul menambahkan, semangat pengabdian ini sejalan dengan nilai-nilai dasar Karang Taruna yang mengedepankan gotong royong sebagai jati diri bangsa. Ia berkomitmen membawa organisasi ini menjadi lebih kuat secara karakter.
“Sekali lagi, saya akan bekerja semaksimal mungkin demi generasi muda yang berkarakter, berbudaya, berpengetahuan dan berjiwa seperti kesatria,” tegasnya.