PVMBG Catat Dua Erupsi Gunung Anak Krakatau Sabtu Sore, Nelayan Diminta Jaga Radius 2 Km dari Kawah

Penulis: Ferdian Syah  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 22:43:01 WIB

LAMPUNG SELATAN — Dua erupsi terjadi dalam rentang waktu kurang dari dua jam, Sabtu (26/4) sore. Erupsi pertama tercatat pukul 16.52 WIB dan disusul erupsi kedua pukul 18.00 WIB. Kolom abu terpantau setinggi 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat laut.

Status Siaga Level III: Aktivitas Fluktuatif Belum Reda

Badan Geologi telah menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak awal Juli. Menurut Suwarno, peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi pada awal Juli menjadi dasar keputusan tersebut. Meski masih Siaga, gunung api ini masih dalam kategori yang dapat dipantau dengan penerapan langkah mitigasi sesuai rekomendasi PVMBG.

“Iya benar, hari ini, Sabtu, telah terjadi dua kali erupsi,” ujar Suwarno. Ia menambahkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bersifat fluktuatif sehingga potensi erupsi susulan tetap ada. Masyarakat di sekitar Selat Sunda diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan Badan Geologi melalui PVMBG.

Nelayan dan Wisatawan: Radius Aman 2 Kilometer

Suwarno mengingatkan nelayan dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah. Imbauan ini berlaku sejak status Siaga ditetapkan. “Gunung Anak Krakatau masih dalam stasiun Level II, atau Waspada, nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau,” ucapnya.

Nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi cuaca sebelum melaut. Ia menegaskan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi dari lembaga berwenang.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top