Pemprov Lampung Revitalisasi Tambak Udang Dipasena di Tulang Bawang, Hadapi Oversupply dari Ekuador dan India

Penulis: Ferdian Syah  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:23:01 WIB

Kepala DKP Lampung Bani Ispriyanto mengakui persaingan dengan negara produsen udang utama seperti Ekuador, India, Vietnam, dan Thailand terus menekan harga di tingkat farm.

"Kenyataan di lapangan terutama yang terjadi pada para petambak Dipasena sering merasakan efek tidak langsung, seperti harga beli di tingkat farm turun ketika pasar global oversupply," ujarnya di Bandarlampung, Sabtu lalu.

Kondisi ini diperparah oleh standar mutu yang makin ketat serta kemudahan pembeli beralih pemasok jika kualitas tidak stabil. Lampung sendiri merupakan salah satu dari 11 sentra udang nasional menurut data KKP.

Lima Fokus Revitalisasi Pemprov

Bani merinci langkah Pemprov yang mencakup revitalisasi infrastruktur tambak, termasuk perbaikan saluran inlet dan outlet. Penguatan manajemen budidaya juga digenjot, terutama pada kualitas air, efisiensi pakan, dan penerapan biosekuriti ketat.

"Ada pendampingan teknologi budidaya berkelanjutan, pengendalian penyakit, serta akses pembiayaan dan kemitraan antara petambak, perbankan, dan investor," tambahnya.

Pemprov juga memfasilitasi pengembangan kemitraan dan akses pasar, baik lokal maupun ekspor, untuk meningkatkan daya saing produk udang Lampung.

Peluang dari Fluktuasi Kurs

Di tengah tekanan, Bani mencatat fenomena perubahan kurs beberapa waktu lalu membuat harga udang Indonesia lebih kompetitif di pasar global. Eksportir dinilai lebih mudah masuk ke pasar baru jika produksi dan mutu ditingkatkan melalui sertifikasi mutu, traceability, jaminan keamanan pangan, serta kepatuhan terhadap peraturan karantina ikan.

"Kami terus mendorong petambak untuk mengadopsi standar internasional agar tidak mudah tergeser," kata Bani.

Target ke Depan

Revitalisasi Dipasena diharapkan mampu mengembalikan kejayaan kawasan yang sempat menjadi salah satu sentra udang andalan Lampung. Pemprov menggandeng pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, perbankan, dan swasta dalam program ini.

Dengan produksi 59.613 ton pada 2023, Lampung masih menjadi lumbung udang nasional. Namun tanpa perbaikan manajemen dan infrastruktur, posisi itu bisa tergerus oleh persaingan global yang kian sengit.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top