METRO — Kegiatan yang berlangsung Selasa (13/10/2026) itu melibatkan guru, komite sekolah, dan wali murid. Kehadiran Rafieq disambut antusias oleh warga sekolah yang mengikuti edukasi pemilahan sampah dari sumbernya.
Pemerintah Kota Metro menilai persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengandalkan petugas kebersihan dan armada pengangkut. Perubahan perilaku masyarakat sejak dari sumbernya menjadi kunci utama yang ingin dibangun melalui program ini.
Mengapa Sampah Perlu Dipilah Sejak dari Sekolah
Sampah yang terus menumpuk dan kebiasaan membuang limbah tanpa memilah menjadi tantangan serius dalam pengelolaan lingkungan. Pemkot Metro berupaya menanamkan kesadaran bahwa sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama.
Gerakan ini turut melibatkan DLH Kota Metro dan bekerja sama dengan bank sampah di wilayah Karangrejo, Metro Utara. Kolaborasi tersebut menjadi penghubung antara edukasi lingkungan dengan praktik pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan, pengumpulan, hingga penyaluran material yang masih memiliki nilai ekonomi.
Sampah yang Dianggap Jijik Ternyata Punya Nilai Jual
Rafieq mengatakan PILAH BERKAH mengajak seluruh warga sekolah untuk mengubah cara pandang terhadap sampah. Sebagian sampah yang selama ini dibuang begitu saja masih memiliki nilai jual apabila dipilah dan dikelola dengan benar.
"Saya hadir ke sini ingin mengajak seluruh warga sekolah, mulai dari para guru, pelajar maupun orang tua, untuk belajar mengumpulkan sampah yang memiliki nilai. Sampah itu kemudian diserahkan kepada bank sampah untuk ditimbang sesuai jenisnya, lalu warga sekolah mendapatkan uang dari hasil penjualan tersebut," ucap Rafieq.
Hasil penjualan sampah dapat dikumpulkan sedikit demi sedikit dan ditabung. Apabila dikelola secara rutin dan transparan, dana tersebut berpotensi membantu memenuhi kebutuhan kegiatan sekolah yang disepakati bersama.
"Bayangkan, sampah yang kita lihat terjatuh di lingkungan ternyata masih memiliki nilai. Ketika banyak orang merasa jijik melihat sampah, seharusnya kita berpikir untuk memungutnya dengan cara yang aman, kemudian memilah dan memasukkannya ke tempat yang sesuai atau menabungnya melalui bank sampah," ujarnya.
Pelajar Diajari Bedakan Organik, Anorganik, dan Residu
Dalam penerapannya, pelajar perlu mengenali perbedaan sampah organik, anorganik, dan residu. Sisa buah serta sayuran dapat diolah menjadi kompos dengan metode yang tepat.
Kertas, kardus, botol plastik, dan kaleng tertentu dapat dikumpulkan untuk disalurkan ke bank sampah atau fasilitas daur ulang. Adapun sampah residu harus dibuang melalui jalur pengelolaan yang sesuai, sedangkan benda berbahaya seperti baterai bocor, pecahan kaca, dan limbah medis tidak boleh ditangani sembarangan oleh anak-anak.
Kepala Sekolah Sebut Ini Pembentukan Karakter Sejak Dini
Kepala SDN 6 Metro Utara, Felix Apri Cahyo, menyambut baik pelaksanaan PILAH BERKAH di sekolahnya. Ia mengapresiasi langkah Wakil Wali Kota yang turun langsung memberikan edukasi kepada para pelajar.
"Keterlibatan pemerintah dalam pendidikan lingkungan dapat membantu peserta didik memahami pentingnya menjaga kebersihan melalui praktik nyata. Ini merupakan pembentukan karakter peduli lingkungan yang harus dimulai sejak usia dini," ucapnya.
Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan ruang belajar, dan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya perlu diterapkan secara konsisten. Keterlibatan wali murid diharapkan memperluas penerapan kebiasaan ramah lingkungan hingga ke rumah.
Rafieq Akan Berkeliling ke Seluruh Sekolah di Metro
Rafieq menekankan keberhasilan gerakan ini tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya sampah yang terkumpul atau uang yang dihasilkan. Perubahan kebiasaan menjadi tujuan mendasar yang harus dibangun.
"Saya akan berkeliling langsung ke sekolah-sekolah supaya budaya membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan sampah yang memiliki nilai ekonomi dapat tertanam di benak para pelajar di Kota Metro sejak usia dini," tegasnya.
Melalui PILAH BERKAH, Pemkot Metro mendorong sekolah mengambil langkah konkret dengan menyediakan tempat sampah terpilah dan menjadwalkan pengumpulan secara rutin.