Pencarian

Pemprov Lampung Kawal Percepatan PLTP Rajabasa, Pekerjaan Fisik Ditargetkan Mulai Awal 2027

Kamis, 08 Oktober 2026 • 10:01:01 WIB
Pemprov Lampung Kawal Percepatan PLTP Rajabasa, Pekerjaan Fisik Ditargetkan Mulai Awal 2027
Audiensi percepatan PLTP Rajabasa di Bandar Lampung, Rabu (7/10/2026).

BANDAR LAMPUNG — Audiensi yang digelar Rabu (7/10/2026) membahas perkembangan proyek dari sisi penyelesaian perizinan, rencana penandatanganan amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL/PPA), sampai persiapan pekerjaan fisik. Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dilaporkan telah terbit pada 25 September 2026.

Kementerian ESDM, PLN, dan PT Supreme Energy Rajabasa menargetkan amandemen PJBL/PPA rampung paling lambat akhir Desember 2026. Bila tahapan itu terpenuhi, pekerjaan fisik di lapangan direncanakan mulai awal 2027 melalui pembukaan akses dan persiapan lokasi pengeboran.

Mengapa Pasokan Energi Lampung Jadi Kunci

Kebutuhan listrik Lampung diproyeksikan terus naik seiring pengembangan sejumlah kawasan industri baru, termasuk di Natar dan Bakauheni. Kedua kawasan diarahkan mendukung hilirisasi komoditas unggulan daerah, antara lain tebu beserta produk turunannya serta tapioka.

Gubernur menilai ketersediaan energi yang andal menjadi syarat pendukung bagi pertumbuhan industri dan masuknya investasi. Pengembangan energi baru terbarukan, termasuk panas bumi, diharapkan memperkuat pasokan sekaligus menopang transformasi ekonomi provinsi.

Dampak Sosial di Sekitar Wilayah Proyek

Persoalan masyarakat di sekitar lokasi PLTP Rajabasa turut menjadi perhatian dalam pengawalan proyek. Gubernur menekankan pentingnya penyelesaian berbagai kendala warga melalui komunikasi dan pendekatan yang tepat agar proses pengembangan berjalan kondusif.

Pemprov Lampung akan melibatkan pihak terkait dalam penanganan persoalan tersebut. Kendala sosial maupun teknis diharapkan bisa diselesaikan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan proyek.

Serapan Tenaga Kerja Capai 2.000 Orang

Pada tahap konstruksi, proyek diproyeksikan menyerap sekitar 1.000–2.000 tenaga kerja. PT SERB menyampaikan komitmen memberi prioritas hingga 80 persen bagi tenaga kerja dan kontraktor lokal, disertai program pelatihan dan peningkatan kapasitas.

Manfaat ekonomi bagi warga sekitar menjadi salah satu poin yang diharapkan terwujud dari pengembangan PLTP Rajabasa. Selain penguatan pasokan energi, proyek ini diharapkan mendorong aktivitas ekonomi dan membuka kesempatan kerja.

Dengan pengawalan pemerintah daerah serta koordinasi bersama Kementerian ESDM, PLN, dan PT SERB, pengembangan PLTP Rajabasa diharapkan berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: newslampungterkini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks