BANDAR LAMPUNG — Pelatihan berlangsung dengan pendekatan praktik langsung. Siswa merancang dan menguji rangkaian elektronika secara virtual lewat laptop sebelum menyentuh perangkat fisik. Platform Wokwi dipilih karena memungkinkan simulasi rangkaian dan pemrograman mikrokontroler tanpa risiko kerusakan komponen.
Ketua Tim PkM, Fadli Hastito, M.T., menyebut pendekatan simulasi digital membantu siswa memahami proses perancangan secara utuh. Menurutnya, alur kerja industri elektronika modern memang dimulai dari pengujian digital.
"Di era Industri 4.0, sebuah sistem elektronik biasanya dirancang dan diuji lebih dahulu secara digital sebelum dibuat dalam bentuk fisik," ujar Fadli, dikutip dari laman Itera.
Mengapa Simulasi Digital Dipilih untuk Siswa TKJ
Simulasi memangkas kebutuhan komponen fisik yang biasanya menjadi kendala sekolah kejuruan. Dengan Wokwi, satu laptop cukup untuk merangkai puluhan skenario rangkaian berbeda tanpa biaya tambahan.
Metode ini juga memungkinkan siswa mengulang percobaan berkali-kali sampai rangkaian berjalan sesuai rancangan. Kesalahan pemrograman bisa diperbaiki langsung tanpa risiko merusak perangkat keras.
Ketua Kelompok Keilmuan, Sabar, M.Si., menambahkan pelatihan mengenalkan keterkaitan komputer, elektronika, dan pemrograman mikrokontroler. Pengetahuan itu dinilai relevan dengan perkembangan Internet of Things dan memperluas kemampuan siswa jurusan TKJ.
Materi Instrumentasi dan Automasi Diperkenalkan
Selain praktik simulasi, peserta mendapat pengenalan mengenai Program Studi Rekinsa. Materi mencakup bidang instrumentasi dan automasi serta peluang penerapannya di sektor manufaktur, energi, dan pertanian.
Sosialisasi program studi menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan ini. Siswa kelas X mendapat gambaran awal soal jalur pendidikan lanjutan yang bersinggungan langsung dengan jurusan mereka di SMK.
Kegiatan ini merupakan PkM skema Penguatan Kelompok Keilmuan yang didanai Dana PNBP Institut Teknologi Sumatera Tahun Anggaran 2026. Tim dosen Rekinsa berperan sebagai pelaksana sekaligus pengajar dalam pelatihan tersebut.