LAMPUNG — Mantan asisten pelatih Persija Jakarta, Isman Jasulmei, meninggal dunia pada usia 61 tahun. Pria kelahiran 22 Mei 1965 itu merupakan bagian dari staf kepelatihan Macan Kemayoran saat menjuarai Liga Indonesia 2001.
Kabar duka datang dari sepak bola nasional. Isman Jasulmei, sosok yang pernah mendampingi Persija Jakarta meraih gelar juara, mengembuskan napas terakhir. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh klub ibu kota melalui akun Instagram resmi mereka.
Persija menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian salah satu putra terbaiknya. Klub menegaskan bahwa Isman adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah kejayaan Macan Kemayoran di era 2000-an.
Peran Kunci di Balik Gelar Juara Liga Indonesia 2001
Isman bukan sekadar nama pelengkap di bangku cadangan. Ia dipercaya menjadi asisten pelatih ketika Persija menjuarai Liga Indonesia pada 2001, momen yang menjadi salah satu tonggak terbesar dalam sejarah klub.
Kepercayaan itu berlanjut. Isman kembali mengemban posisi asisten pelatih pada periode 2003 hingga 2009, mendampingi berbagai pelatih yang silih berganti menangani Persija.
"Selamat jalan coach Isman Jasulmei," tulis Persija dalam akun Instagramnya, @persija, Selasa (29-9-2026).
"Satu nama yang akan selalu menjadi bagian dari cerita Macan Kemayoran, yang turut berperan penting sebagai asisten pelatih Persija saat menjuarai Liga Indonesia 2001."
"Terima kasih untuk setiap langkah dan dedikasi yang pernah diberikan untuk Persija," jelas Persija.
Jejak Kepelatihan dari Solo hingga Maluku
Setelah meninggalkan Persija, Isman melanjutkan karier kepelatihannya ke sejumlah klub di berbagai daerah. Ia pernah menangani Persis Solo, Perserang Serang, PS Sumabawa Barat, Persikad Depok, hingga Maluku FC.
Pengalaman itu menunjukkan luasnya jangkauan karier Isman di sepak bola Indonesia. Dari klub-klub besar hingga tim daerah, ia konsisten mengabdikan diri sebagai pembina pemain.
Dari Pemain Persija hingga Timnas Indonesia
Sebelum beralih ke dunia kepelatihan, Isman aktif sebagai pemain. Ia pernah membela Persija Jakarta dan Arseto Solo di kompetisi domestik.
Isman juga tercatat memperkuat Timnas Indonesia di level usia, menambah panjang daftar pengabdiannya untuk sepak bola tanah air. Perjalanan dari pemain menjadi pelatih itu menjadi warisan yang ia tinggalkan bagi generasi berikutnya.
Isman wafat pada usia ke-61 tahun. Banyak kenangan yang ia tinggalkan di dunia si kulit bundar Indonesia, terutama bagi Persija dan klub-klub yang pernah ia tangani.