Pencarian

Kurniawan Dwi Yulianto: Timnas Indonesia Seharusnya Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Kamis, 24 September 2026 • 20:07:31 WIB
Kurniawan Dwi Yulianto: Timnas Indonesia Seharusnya Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Legenda Timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto berbincang dalam episode Bola Break bersama Hery Kurniawan.

LAMPUNG — Legenda sepak bola Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto menilai skuad Garuda seharusnya mampu meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Ia menyoroti kualitas pemain diaspora dan pentingnya regenerasi sebagai kunci menghadapi Malaysia serta negara Asia Tenggara lainnya.

Dalam episode terbaru Bola Break, Hery Kurniawan berbincang eksklusif dengan Kurniawan Dwi Yulianto. Obrolan berlangsung hangat, membahas peluang Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 hingga kenangan masa kejayaan striker kelahiran Magelang itu.

Kurniawan tidak ragu menyebut skuad Garuda saat ini punya modal lengkap untuk bersaing di level tertinggi Asia Tenggara. Baginya, perpaduan pemain muda dan diaspora menjadi kekuatan baru yang belum tentu dimiliki lawan.

Kualitas Skuad Garuda Jadi Modal Utama

Kurniawan menilai Timnas Indonesia kini punya kedalaman skuad yang jauh berbeda dibanding era dirinya masih memperkuat Garuda. Kehadiran pemain diaspora memberi opsi tambahan di hampir semua lini.

Ia menyebut dampak positif pemain diaspora tidak hanya soal kualitas teknis. Pengalaman mereka berkompetisi di liga Eropa membawa standar profesionalisme baru ke dalam ruang ganti.

Regenerasi juga menjadi sorotan Kurniawan. Menurutnya, transisi dari pemain senior ke junior harus berjalan mulus agar Timnas Indonesia tidak kehilangan momentum.

Malaysia dan Tantangan Asia Tenggara

Kurniawan mengingatkan bahwa Malaysia tetap menjadi lawan yang sulit dihadapi. Ia punya pengalaman pribadi soal kerasnya pertemuan kedua tim di ajang regional.

Selain Malaysia, negara-negara Asia Tenggara lain seperti Thailand dan Vietnam juga disebutnya sebagai penghalang utama. Persaingan di kawasan ini dinilainya semakin ketat dari tahun ke tahun.

Meski begitu, Kurniawan optimistis dengan persiapan matang, Timnas Indonesia bisa melangkah jauh di FIFA ASEAN Cup 2026.

Kenangan Comeback Dramatis atas Malaysia di Piala AFF 2004

Salah satu momen yang tak pernah dilupakan Kurniawan adalah semifinal Piala AFF 2004 melawan Malaysia. Saat itu Timnas Indonesia tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya bangkit dan menang dramatis.

Kurniawan turut mencetak gol dalam laga tersebut. Baginya, atmosfer Stadion Gelora Bung Karno saat itu menjadi salah satu yang paling membekas sepanjang kariernya.

Ia mengenang bagaimana dukungan suporter mengubah jalannya pertandingan. Tekanan dari tribun membuat pemain Malaysia kehilangan fokus di babak kedua.

Perjalanan Karier di Eropa dan Atmosfer GBK

Kurniawan juga bercerita tentang pengalamannya berkarier di Eropa. Ia menyebut adaptasi dengan budaya dan gaya bermain menjadi tantangan terbesar saat itu.

Dari pengalaman tersebut, ia belajar banyak soal disiplin dan mentalitas bertanding. Hal itu pula yang kemudian ia bawa saat kembali memperkuat Timnas Indonesia.

Atmosfer GBK tetap menjadi favoritnya. Menurut Kurniawan, tidak banyak stadion di Asia Tenggara yang bisa menandingi semangat suporter Indonesia.

Ajakan untuk Generasi Muda

Kurniawan berpesan agar pemain muda Timnas Indonesia tidak cepat puas. Kompetisi yang semakin ketat menuntut kerja keras dan konsistensi.

Ia berharap FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi panggung bagi Garuda untuk membuktikan kualitas. Dengan persiapan tepat, target juara bukan sekadar angan-angan.

Obrolan lengkap Kurniawan Dwi Yulianto bersama Hery Kurniawan bisa disaksikan di kanal Bola Break.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: enamplus.liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks