Pencarian

Lebih dari 13.400 Siswa di Lampung Terima Program Gizi dan Kesehatan dari Japfa, Target Perbaikan Status Gizi Buruk

Kamis, 30 Juli 2026 • 22:29:01 WIB
Lebih dari 13.400 Siswa di Lampung Terima Program Gizi dan Kesehatan dari Japfa, Target Perbaikan Status Gizi Buruk
Sejumlah siswa di Lampung Selatan menerima edukasi gizi dan protein hewani dalam program JAPFA for Kids yang menargetkan perbaikan status gizi buruk.

BANDARLAMPUNG — Program JAPFA for Kids yang digagas PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk kembali menyasar Kabupaten Lampung Selatan pada 2026. Sebanyak 2.051 siswa dan 165 guru di 15 sekolah akan menerima edukasi gizi, pembiasaan hidup sehat, serta pendampingan bagi tenaga pendidik.

Lampung Jadi Prioritas Sejak 2008

Lampung menjadi salah satu wilayah pertama pelaksanaan program ini. Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, mengatakan provinsi itu tetap menjadi daerah prioritas pengembangan program hingga kini.

"Sejak pertama kali dijalankan pada tahun 2008, JAPFA for Kids telah menjadikan Provinsi Lampung sebagai salah satu wilayah implementasi program. Komitmen tersebut terus kami lanjutkan di berbagai kabupaten hingga kembali hadir di Lampung pada tahun ini dengan jangkauan yang lebih luas," kata Retno di Bandarlampung, Kamis.

Rentetan Lokasi: dari Lampung Tengah hingga Lampung Selatan

Program ini pertama kali dimulai di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur pada 2008 dengan enam sekolah dan 1.632 siswa. Kemudian berlanjut ke Lampung Selatan pada 2010, Tanggamus dan Pringsewu pada 2012, Pesawaran pada 2013, Lampung Timur pada 2015, Lampung Tengah pada 2016, dan kembali ke Lampung Selatan pada 2019 dan 2026.

Tak Sekadar Edukasi, Ada Intervensi Protein Hewani

Berbagai kegiatan dijalankan, mulai dari edukasi empat pilar gizi seimbang, Hari Sehat JAPFA, hingga pemantauan status gizi siswa. Namun, yang paling krusial adalah intervensi langsung berupa pemberian telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi.

"Program ini menjalankan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pemberian protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan melalui aplikasi digital, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA," ujar Retno.

Data Nasional: 11 Persen Anak Usia 5-12 Tahun Masih Kurang Gizi

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sekitar 11 persen anak usia 5-12 tahun masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Pemantauan JAPFA di tujuh lokasi program sepanjang 2024 juga menemukan sekitar 10,1 persen siswa masih mengalami kondisi malagizi.

Hasil Nyata: 62,5 Persen Sisna Alami Perbaikan Status Gizi

Program ini mencatatkan perbaikan signifikan. Pada 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa (51,5 persen) yang sebelumnya mengalami gizi kurang dan gizi buruk berhasil mencapai status gizi baik. Angka itu meningkat pada 2025 menjadi 646 dari 1.034 siswa, atau 62,5 persen.

Secara nasional hingga 2026, JAPFA for Kids telah menjangkau 217.706 siswa, 14.713 guru, dan 1.308 sekolah di 106 kabupaten/kota pada 28 provinsi.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks