BANDAR LAMPUNG — Ratusan siswa SMP Negeri 40 Bandar Lampung mendapat pembekalan khusus tentang bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Sosialisasi yang digagas mahasiswa KKN Kelompok 62 ini berlangsung selama 90 menit, mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB, di lingkungan sekolah setempat.
Materi yang disampaikan terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama memaparkan definisi judi online, alasan mengapa praktik ini berbahaya, hingga ciri-ciri ancaman yang perlu diwaspadai pelajar. Sesi kedua berfokus pada bahaya penyalahgunaan pinjol ilegal serta keterkaitan erat antara praktik judi online dan jeratan pinjaman daring.
Moderator dan Pemateri: dari Mahasiswa untuk Pelajar
Kegiatan ini dipandu oleh Muhammad Syafe'i Ma'ruf selaku moderator. Dua pemateri yang dihadirkan adalah Rani Putri Ramadhani dan Icha Citra Puspitasari, keduanya merupakan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN tersebut.
Kehadiran para mahasiswa ini disambut langsung oleh jajaran pihak sekolah. Kepala SMPN 40 Bandar Lampung, Septi Megresia, S.Pd., M.Pd., turut hadir dan memberikan apresiasi atas inisiatif yang dinilai sangat relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini.
Alasan Mahasiswa Turun ke Sekolah: Cegah Sebelum Terlambat
Koordinator Kelompok 62, Adam Restu Andrio, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif yang diambil mahasiswa untuk menjaga masa depan para pelajar. Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan kemudahan, tetapi di sisi lain menyimpan risiko besar jika tidak diimbangi dengan literasi digital yang baik.
"Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada generasi muda calon penerus bangsa. Perkembangan teknologi memberikan kemudahan, namun ada risiko seperti judi online dan pinjaman online yang perlu diwaspadai," ujar Adam dalam sambutannya.
Ia berharap para siswa tidak hanya paham mengenai bahaya judol dan pinjol, tetapi mampu menolak dan saling mengingatkan teman sebayanya. "Jangan sampai satu klik hari ini menghancurkan masa depan yang sedang dibangun," tegasnya.
Respons Kepala Sekolah: Isu yang Sangat Relevan
Septi Megresia menyambut baik langkah sigap mahasiswa KKN dalam mengangkat isu yang tengah marak di kalangan pelajar. Ia menilai edukasi semacam ini penting diberikan sejak dini agar siswa memiliki benteng pertahanan diri yang kuat.
"Terima kasih karena telah mengadakan sosialisasi anti judi online dan pinjaman online yang sedang marak di zaman sekarang, terutama bagi kalangan muda," tutur Septi Megresia.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan para siswa SMPN 40 Bandar Lampung dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi serta mampu membentengi diri dari pengaruh negatif judi online dan jeratan pinjaman online. Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata peran mahasiswa dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. []