BANDAR LAMPUNG — Inflasi di Kota Bandar Lampung diharapkan bisa lebih terkendali setelah Pemkot resmi menjalin kerja sama dengan Kabupaten Solok. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah stabilisasi harga dan distribusi dua komoditas penyumbang inflasi tertinggi: cabai merah dan bawang merah.
Mengapa Kabupaten Solok Dipilih?
Kabupaten Solok dikenal sebagai salah satu sentra produksi cabai dan bawang merah di Sumatera Barat. Dengan menjalin KAD, Bandar Lampung ingin memotong rantai distribusi yang kerap membuat harga melonjak di tingkat konsumen.
“Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi pangan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” tulis keterangan resmi Pemkot yang diterima redaksi, Jumat (31/1/2026).
Komoditas yang Disasar dan Dampaknya ke Warga
Tidak hanya cabai dan bawang merah, kerja sama ini juga mencakup sejumlah bahan pangan pokok lain yang selama ini menjadi penyumbang inflasi di Bandar Lampung. Melalui skema ini, pasokan diharapkan tetap tersedia sepanjang tahun, terutama saat hari besar keagamaan atau musim paceklik.
Bagi warga Bandar Lampung, dampak langsung yang diharapkan adalah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional tidak lagi naik-turun secara drastis. Stabilitas harga ini juga diharapkan menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.
Dukungan untuk Program TPID
Kolaborasi lintas provinsi ini merupakan bagian dari program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pemkot Bandar Lampung dan Pemkab Solok berkomitmen menjaga kelancaran distribusi komoditas pangan antar daerah.
Wali Kota Eva Dwiana dalam kunjungannya ke Solok didampingi sejumlah pejabat, antara lain Asisten II Setda Kota Bandar Lampung, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Perdagangan, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA).
Target ke Depan: Harga Terjangkau, Ekonomi Tumbuh
Dengan terjalinnya KAD tersebut, Pemkot menargetkan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga dan distribusi komoditas strategis semakin lancar. Jika berhasil, pertumbuhan ekonomi di kedua daerah diyakini bisa meningkat, mendukung kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.