BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengingatkan bahwa di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), keluarga menjadi benteng utama yang harus diperkuat. Menurutnya, bonus demografi yang sedang dimiliki Indonesia hanya bisa dimanfaatkan jika keluarga mampu mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Saya melihat investasi pembangunan di suatu daerah maupun negara bukan hanya tentang membangun infrastruktur, gedung-gedung tinggi atau jalan-jalan beton, tetapi bagaimana pemerintah membangun sumber daya manusia yang berkualitas melalui ketangguhan keluarga-keluarga di tengah masyarakat,” ujar Wagub Jihad dalam sambutannya.
Transformasi SDM Dimulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Wagub Jihan menekankan bahwa peningkatan kualitas manusia harus dimulai sejak masa kehamilan. Ia menyoroti pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta keterlibatan kedua orang tua, terutama peran ayah yang tidak hanya sebagai pencari nafkah.
“Kehadiran ayah bukan hanya soal hadir secara fisik atau memberikan nafkah, tetapi juga hadir secara psikologis dan emosional untuk membangun keluarga yang tangguh,” katanya.
Tema Harganas ke-33 tahun ini, “Ayah Wajib Hadir”, menjadi pengingat bahwa pengasuhan anak adalah tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, menjelaskan bahwa peran ayah perlu diperkuat dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Pendidikan Jadi Pekerjaan Rumah Bersama
Selain kesehatan keluarga, Wagub Jihan menyoroti rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung yang masih didominasi oleh indikator pendidikan. Ia mendorong agar akses pendidikan dibuka seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat.
“Akses pendidikan harus dibuka seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat. Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh pihak, termasuk BKKBN, terus mengedukasi masyarakat bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak-anak kita menuju Generasi Emas Indonesia,” tegasnya.
Rangkaian Kegiatan Harganas ke-33
Peringatan Harganas ke-33 diikuti sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi, kader pembangunan, dan masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi pelayanan KB serentak, seminar keayahan, seminar remaja, literasi keuangan, pemeriksaan kesehatan lansia, hingga bakti sosial bagi keluarga berisiko stunting.
Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, turut mengajak para ayah untuk memanfaatkan waktu bersama keluarga, terutama di akhir pekan, sebagai dukungan terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
“Walaupun sibuk bekerja, ayah diharapkan tetap meluangkan waktu untuk membangun kedekatan dengan anak-anaknya. PKK Provinsi Lampung siap berkolaborasi bersama BKKBN dalam menyosialisasikan Gerakan Ayah Teladan Indonesia,” ujarnya.