LAMPUNG TENGAH — I Komang Koheri menyampaikan bahwa pelaporan IID tidak boleh berhenti pada kewajiban administratif. Menurutnya, budaya berinovasi harus menjadi napas kerja di setiap OPD yang berorientasi pada kemudahan pelayanan publik dan solusi konkret bagi masyarakat.
"Koordinasi ini merupakan wujud komitmen kami agar pelaporan Indeks Inovasi Daerah tidak sekadar menjadi kewajiban administratif semata. Lebih dari itu, budaya berinovasi harus menjadi napas kerja nyata di setiap OPD, yang benar-benar berorientasi pada kemudahan pelayanan publik dan solusi konkret bagi masyarakat," ujar Komang, Sabtu (17/10/2026).
Komang meminta setiap program dan terobosan diarahkan untuk mempermudah pelayanan publik, memberikan solusi bagi warga, serta menghadirkan hasil yang terukur. Pemerintah kabupaten juga diminta berani mengevaluasi inovasi yang sudah berjalan.
"Kita harus berani mengevaluasi inovasi yang sudah berjalan. Jika masih ada kekurangan, kita perbaiki bersama. Jika inovasi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, kita dorong agar terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat," tambahnya.
Selain evaluasi, kolaborasi antar-OPD dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya inovasi yang efektif dan berkelanjutan. Pertukaran gagasan, koordinasi program, serta pemanfaatan sumber daya secara optimal diharapkan menciptakan pelayanan publik yang semakin terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Komang menekankan pentingnya evaluasi berkala dan kolaborasi lintas sektor agar inovasi yang berjalan benar-benar efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.
Penguatan inovasi disebut sebagai langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola birokrasi yang transparan dan akuntabel. Upaya itu juga diarahkan untuk mendukung visi "Lampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045".
"Penguatan inovasi ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola birokrasi yang transparan, akuntabel, serta mendukung visi 'Lampung Tengah Unggul, Adil, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045'," pungkas Komang.