Telkomsel 5G Powered by AI Perluas Jaringan Pintar hingga IKN

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 17:36:01 WIB
Puluhan BTS 5G Standalone Telkomsel mendukung ekosistem kota pintar di Ibu Kota Nusantara.

LAMPUNG — Telkomsel memperluas jaringan 5G berbasis kecerdasan buatan ke sektor industri, kota pintar, dan aktivitas harian pelanggan di Indonesia. Integrasi ini mencakup puluhan BTS 5G Standalone pertama di Ibu Kota Nusantara, kawasan industri Batam, serta sejumlah kota komersial utama. Langkah tersebut menandai pergeseran strategi operator dari sekadar penyedia konektivitas menjadi penggerak ekosistem digital berbasis AI.

Telkomsel menggelar puluhan BTS berteknologi 5G Standalone (5G SA) pertama di Indonesia untuk menyokong ekosistem kota pintar di Ibu Kota Nusantara. Penggelaran itu menjadi bagian dari perluasan jaringan 5G yang dipadukan dengan kecerdasan buatan, sejalan dengan slogan "Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa".

Perluasan ini menyasar kawasan industri strategis seperti Batam, pusat infrastruktur nasional IKN, dan wilayah perkotaan komersial utama yang terus ditambah secara bertahap. Bagi pelanggan dengan perangkat 5G aktif, optimasi jaringan berbasis AI disebut bekerja di latar belakang untuk menjaga stabilitas koneksi.

Smart Enterprise: Otomatisasi Pabrik dan Pelabuhan

Kolaborasi 5G dan AI diterapkan pada sektor manufaktur untuk mendukung otomatisasi Smart Manufacturing yang lebih real-time dan efisien. Implementasi mencakup Smart Port dan Smart Factory, sebagaimana dilaporkan melalui laman Telkomsel Enterprise Insight.

Keunggulan lain ada pada network slicing. Pemanfaatan 5G Private Network untuk kebutuhan bisnis berbasis AI memisahkan jalur jaringan secara terisolasi, sehingga menjamin latensi ultra-rendah dan keamanan data yang tinggi.

Telkomsel juga memperkenalkan alat analisis lokasi bisnis berbasis data telekomunikasi melalui layanan SiteSense. Platform ini menyasar pelaku usaha yang membutuhkan penjelajahan data lokasi secara akurat.

Kota Cerdas dan Robotika di IKN

Implementasi kota cerdas diuji lewat kehadiran robot 5G AI bernama BellaBot di Rumah Teknologi Nusantara (RTN). Robot tersebut bertugas mengantarkan logistik secara otonom dengan dukungan jaringan 5G SA.

Selain robotika, ekosistem ini memfasilitasi perangkat otonom lain seperti kamera wearable glasses dan sistem pemantauan kota pintar terpadu. Infrastruktur tersebut dirancang agar fasilitas publik di IKN dapat beroperasi lebih responsif.

Bagaimana AI Menjaga Kualitas Jaringan

AI bekerja otomatis menganalisis lalu lintas data dan mendeteksi gangguan jaringan secara real-time. Melalui manajemen smart network, Telkomsel mengalokasikan kapasitas sinyal secara pintar ke area padat agar koneksi tetap responsif di tengah keramaian.

Pendekatan ini berbeda dari optimasi jaringan konvensional yang bergantung pada penyesuaian manual. Dengan deteksi dini, gangguan bisa ditangani sebelum berdampak luas ke pengalaman pelanggan.

Keamanan untuk Sektor Bisnis

Integrasi AI didukung infrastruktur 5G Private Network Standalone. Teknologi ini menyediakan fitur Network Slicing untuk membuat jalur koneksi virtual khusus yang terisolasi, dengan enkripsi kuat dan keandalan tinggi yang dibutuhkan industri.

Bagi pelaku bisnis, kombinasi ini memungkinkan pemisahan trafik operasional kritis dari jaringan publik. Data produksi dan sistem otomatisasi tetap terlindungi tanpa mengorbankan kecepatan.

Dampak ke Pelanggan Harian

Teknologi 5G menghadirkan koneksi tanpa gangguan loading untuk mendukung produktivitas digital. Penggunaannya mencakup belajar daring hingga hiburan interaktif, sebagaimana dipublikasikan melalui akun media sosial resmi Facebook Telkomsel.

Pelanggan yang berada di area jangkauan 5G dan memakai perangkat dengan fitur 5G aktif otomatis merasakan stabilitas koneksi berkat optimasi AI. Tidak ada pengaturan tambahan yang diperlukan dari sisi pengguna.

Perluasan jaringan 5G berbasis AI ini menempatkan Telkomsel pada posisi yang menggabungkan konektivitas berkecepatan tinggi dengan layanan cerdas untuk sektor industri dan konsumen. Tahap berikutnya bergantung pada kecepatan penambahan BTS di wilayah di luar kawasan prioritas.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top